Pacitanku.com, NGADIROJO – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia mulai terasa di Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan.
Puluhan pelajar SMP dan SMK berkompetisi dalam lomba pidato yang digelar di Pendopo Kecamatan, Rabu (6/8), dengan mengusung tema penting: “Nasionalisme dan Bahaya Judi Online (Judol)”.
Lomba ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Peringatan Perjuangan Hari Besar Nasional (PPHBN) tahun 2025 yang bertujuan mengedukasi generasi muda.
Sebanyak 30 peserta, yang terdiri dari pelajar putra dan putri, tampil memukau dengan kemampuan berpidato mereka.
Masing-masing peserta menyampaikan pandangan dan pengetahuan tentang pentingnya cinta tanah air serta bahaya judi online dari berbagai perspektif, mulai dari sudut pandang agama hingga kesehatan.
Ketua Panitia, Nur Saifudin, menjelaskan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang memeriahkan hari kemerdekaan, melainkan juga memiliki misi edukasi yang kuat.
“Kami ingin memupuk rasa nasionalisme generasi muda, sekaligus membentengi mereka dari ancaman narkoba dan judi online melalui pemahaman yang utuh,” ujarnya.
Menurut Nur Saifudin, kualitas peserta tahun ini mengalami peningkatan signifikan.
“Tahun ini luar biasa. Banyak peserta yang sudah benar-benar menguasai materi, mental mereka lebih siap, dan jumlah peserta juga lebih banyak dari tahun lalu. Lomba kali ini terasa lebih semarak,”ungkap dia.
Peserta dinilai berdasarkan empat kriteria utama: penguasaan materi, penampilan, adab, dan ketepatan waktu.
Dari seluruh peserta, dipilih tiga juara terbaik dari masing-masing kategori, yaitu SMP Putra, SMP Putri, SMK Putra, dan SMK Putri.
Lomba ini disambut antusias oleh para peserta dan penonton, tidak hanya sebagai ajang adu kemampuan, tetapi juga sebagai sarana penting untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh di tengah tantangan zaman. Di akhir acara, Nur Saifudin berharap kegiatan serupa dapat terus diminati ke depannya.
“Generasi hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Mereka harus dibekali dengan literasi yang cukup, khususnya dalam konteks nasionalisme dan kondisi sosial saat ini, agar siap meneruskan estafet perjuangan,”pungkasnya.









