Junior Art Exhibition Jadi Magnet Pameran Literasi Pacitan, Tampilkan Karya Seniman Cilik yang Penuh Makna

oleh -143 Dilihat
Seniman Cilik Pacitan Beraksi. Karya-karya lukisan dari 16 anak didik Sanggar Lemah Teles menarik perhatian pengunjung Pameran Literasi 2025 di Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Pacitan, Minggu (3/8/2025). (Foto: Febriani Cahyaningtias/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kabupaten Pacitan terasa lebih istimewa dengan digelarnya Pameran Literasi 2025.

Digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan, acara yang berlangsung sejak 3 hingga 29 Agustus 2025 ini tak hanya menyajikan kekayaan sejarah, tetapi juga menjadi panggung pertama bagi seniman-seniman cilik dari Sanggar Lemah Teles.

Salah satu daya tarik utama pameran ini adalah “Junior Art Exhibition”, sebuah pameran lukisan anak yang pertama kali diadakan di Pacitan.

Ruangan di Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Pacitan kini dihiasi 57 karya penuh warna dari 16 anak didik, mulai dari usia PAUD hingga SMP.

Ketua Sanggar Lemah Teles, Triyono, mengungkapkan kebanggaannya atas momen bersejarah ini.

“Ini sangat spesial dan istimewa. Ini pertama kalinya dalam sejarah Pacitan mengadakan pameran khusus anak-anak, dan dari sini akan kita teruskan ke waktu-waktu berikutnya,” ujar Triyono.

Untuk memberikan apresiasi lebih kepada para seniman cilik, pameran ini juga membuka sistem lelang bagi para pengunjung yang tertarik dengan karya-karya yang dipajang.

Harga lukisan ditawarkan mulai dari Rp200.000 untuk ukuran kecil dan Rp500.000 untuk ukuran lebih besar.

Seniman Cilik Pacitan Beraksi. Karya-karya lukisan dari 16 anak didik Sanggar Lemah Teles menarik perhatian pengunjung Pameran Literasi 2025 di Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Pacitan, Minggu (3/8/2025). (Foto: Febriani Cahyaningtias/Pacitanku)

Triyono berharap, ajang ini dapat menumbuhkan bibit-bibit seniman baru dari Pacitan, kota yang juga melahirkan tokoh-tokoh hebat seperti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan, Amat Taufan, menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi yang terjalin dengan berbagai komunitas, termasuk Sanggar Lemah Teles.

“Ini adalah awal yang baik untuk tahun-tahun yang akan datang,”kata Amat Taufan.

Pameran Literasi 2025 ini tak hanya memanjakan mata dengan karya seni, tetapi juga mengajak pengunjung, khususnya generasi muda, untuk kembali merenungkan sejarah leluhur mereka.

Koleksi pusaka dan artefak bersejarah juga ditampilkan untuk mengingatkan peran penting Pacitan di masa lalu.

“Kami berharap, tersambung antara generasi anak-anak generasi kita dengan generasi yang lalu sehingga terhubung,” jelas Amat Taufan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa dengan memahami sejarah, generasi penerus dapat melanjutkan cita-cita para pendahulu.

Pameran ini merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai komunitas, mulai dari seni lukis, penulis, pusaka, hingga sanggar tari, yang semuanya berkolaborasi untuk menyajikan pengalaman berharga bagi setiap pengunjung.

No More Posts Available.

No more pages to load.