Pacitanku.com, SUDIMORO – Tim gabungan dari Pacitan Speleologi Society (PSS) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UIN Surakarta berhasil menelusuri dan memetakan dua goa di Dusun Wates, Desa Pager Lor, Kecamatan Sudimoro.
Eksplorasi di Luweng Terongan dan Goa Sekoro ini mengungkap potensi besar sebagai sumber air bersih dan destinasi wisata minat khusus sekaligus Makin Tahu Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini merupakan kolaborasi yang diawali dari data eksokarst milik PSS. Menanggapi permintaan rekomendasi lokasi penelitian dari Mapala UIN Surakarta, PSS menyarankan kedua goa tersebut untuk dieksplorasi lebih lanjut.
“Goa Sekoro sebenarnya sudah dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai sumber air bersih,” tutur Aziz Pratoko, anggota PSS yang mendampingi kegiatan tersebut, pada Rabu (16/7/2025).
Dari hasil penelusuran, Goa Sekoro tidak hanya menyimpan sumber air, tetapi juga dihiasi ornamen bebatuan alam yang memukau.
Sementara itu, Luweng Terongan merupakan goa vertikal dengan kedalaman mencapai 40 meter, yang di dalamnya juga tersimpan ornamen batuan indah serta potensi air yang masih sangat mungkin untuk dikembangkan.

Aziz menambahkan, penelusuran ini tidak menghasilkan temuan yang sepenuhnya baru bagi warga setempat. Namun, nilai utamanya terletak pada pendokumentasian ilmiah yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
“Goa ini sudah lama diketahui warga. Namun, masyarakat belum pernah masuk lebih jauh untuk mendokumentasikannya secara sistematis karena keterbatasan peralatan,” ungkapnya. Selama eksplorasi, tim melakukan pengukuran panjang lorong dan mendata potensi secara terperinci.
Eksplorasi ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa dan masyarakat setempat. Kepala Dusun Wates dan Kepala Desa Pager Lor bahkan turut hadir meninjau lokasi.
“Harapan kami, keberadaan goa-goa ini dapat dimanfaatkan lebih optimal untuk kebutuhan air bersih, menjadi objek penelitian, dan dikembangkan sebagai destinasi wisata minat khusus,” kata Aziz, menyampaikan aspirasi dari kepala dusun.
Potensi ini semakin kuat mengingat jarak kedua goa yang hanya terpaut sekitar 200 meter, memungkinkan pengembangan kawasan wisata edukasi dan konservasi secara terpadu.
“Penelusuran ini secara resmi menambah daftar panjang goa di Pacitan yang memiliki potensi untuk dikonservasi dan dimanfaatkan di masa mendatang,”pungkasnya.









