Pidato Kemanusiaan Pep Guardiola Usai Terima Gelar Doktor Kehormatan: “Sangat Menyakitkan Melihat Gaza”

oleh -208 Dilihat
Momen bersejarah saat Pep Guardiola menerima gelar doktor kehormatan berubah menjadi panggung untuk menyuarakan keprihatinannya terhadap dunia. Sebuah pengingat bahwa sepak bola dan kemanusiaan tidak dapat dipisahkan. (Sumber Foto: Situs resmi Manchester City)

Pacitanku.com, MANCHESTER – Manajer klub sepakbola Manchester City, Pep Guardiola, menyampaikan pidato emosional yang menyoroti krisis kemanusiaan di Gaza, Palestina, sesaat setelah menerima gelar doktor kehormatan dari University of Manchester pada Senin (9/6/2025).

Dalam momen yang seharusnya merayakan pencapaian kariernya, Guardiola justru menggunakan panggung tersebut untuk menyuarakan keprihatinannya terhadap penderitaan warga sipil di berbagai belahan dunia.

Gelar kehormatan ini diberikan sebagai pengakuan atas kontribusi luar biasa Guardiola bagi kota Manchester, baik melalui kesuksesan fenomenal di lapangan sepak bola maupun dampak sosial positif melalui yayasannya, Guardiola Sala Foundation.

Namun, sorotan utama dari acara tersebut adalah pidatonya yang kuat dan penuh empati.

Guardiola mengaku sangat terganggu dengan gambar-gambar mengerikan yang terus-menerus ia saksikan dari wilayah konflik.

“Saya sangat terganggu dengan gambar-gambar yang kita lihat secara langsung di Sudan, Ukraina, dan Palestina di Gaza,”ujar Guardiola dalam pidatonya.

“Kita melihat kengerian dari ribuan anak-anak tak bersalah, ibu-ibu tak bersalah, dan ayah-ayah serta seluruh keluarga yang menderita, kelaparan, dan dibunuh.”

Secara spesifik, pelatih asal Spanyol itu mengungkapkan rasa sakitnya saat melihat situasi yang terjadi di Gaza.

Baginya, ini bukanlah persoalan ideologi, melainkan tentang kemanusiaan dan kecintaan pada kehidupan.

“Sangat menyakitkan melihat apa yang terjadi di Gaza, rasanya menyentuh seluruh tubuh saya,” tegasnya. “Ini bukan soal ideologi, tapi tentang cinta terhadap kehidupan. Ini tentang menolak untuk diam atau berdiam diri ketika hal itu paling penting.”

Pernyataan tegas Guardiola ini menunjukkan solidaritasnya terhadap warga Palestina dan menjadi pengingat kuat tentang pentingnya menyuarakan kebenaran di tengah krisis.

Gelar doktor kehormatan itu sendiri mengakui sembilan tahun perjalanan Guardiola di Manchester, yang telah menghasilkan enam gelar Liga Primer Inggris dan satu trofi Liga Champions untuk Manchester City.

Wakil Rektor Universitas Manchester, Duncan Ivison, mendeskripsikan Guardiola sebagai seorang inovator dan pemenang yang telah menginspirasi jutaan orang.

“Kami merasa terhormat dia memilih untuk menerima gelar doktor ini,”ujar Ivison.

Meskipun menerima penghargaan pribadi yang prestisius, Guardiola memastikan pesannya tentang kemanusiaan, terutama penderitaan di Gaza, terdengar jelas, mengubah upacara penghargaan menjadi seruan untuk tidak berpaling dari tragedi global.