Berkat Inovasi MAS KS, Indra Prastowo Kepala SMKN 1 Sudimoro Raih Penghargaan Istimewa Tingkat Nasional

oleh -1441 Dilihat
PENGHARGAAN BUPATI. Kepala SMKN 1 Sudimoro Indra Prastowo menerima penghargaan dari Bupati berkat raihan inovasi dan penghargaan tingkat provinsi dan nasional pada Senin (20/5/2024). (Foto: Resi Wulandari/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Momen Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diperingati setiap 20 Mei menjadi momen spesial bagi setiap masyarakat Indonesia.

Salah satunya adalah Kepala SMKN 1 Sudimoro, Indra Prastowo yang meraih prestasi membanggakan dari Bupati Pacitan.

Baca juga: Selamat, Kepala SMKN I Sudimoro Sabet Penghargaan dari Gubernur Saat Hardiknas

Pada Senin (20/5/2024), dalam peringatan hari pendidikan yang ke-65, hari otonomi daerah yang ke-28, dan Harkitnas yang ke-116, diselenggarakan penganugerahan kepada guru berprestasi di tingkat internasional, nasional dan provinsi.

Salah satunya adalah Indra Prastowo, Kepala SMKN 1 Sudimoro yang mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari Bupati Pacitan.

Penghargaan tersebut diperoleh Indra berkat raihan penghargaan yang diperolehnya, baik di tingkat provinsi dan nasional. Diantaranya Juara 1 Internasional sebanyak 2 kategori, Juara 1 nasional sebanyak 3 kategori dan Juara 3 nasional sebanyak 1 kategori.

Indra menceritakan salah satu diantara penghargaan tersebut adalah atas diperolehnya prestasi istimewa dan peringkat 1 dalam kegiatan peningkatan kapabilitas kepala sekolah berbasis industri atau CEO yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya dan BBPPMPV bidang otomotif dan elektronika Malang.

“Yang mana dalam kegiatan tersebut diikuti 60 Kepala Sekolah SMK Pusat keunggulan se-Indonesia yang masing-masing menunjukkan kebolehannya dalam program pengembangan sekolah,”katanya, usai memperoleh penghargaan dari Bupati.

Lebih lanjut, Indra mengatakan, salah satu inovasi yang membuatnya diganjar penghargaan adalah inovasi pengembangan sekolah yang bernama “MAS KS”.

“MAS KS yaitu Manajemen Sekolah berbasis SDGs, atau sustainable development goals atau pembangunan berkelanjutan dalam penerapan manajemen tersebutpun tidak mudah karena menemui indikasi resistensi,”tandas dia.

Namun, imbuhnya, dengan strategi coaching dan learning by doing perlahan tapi pasti prakarsa perubahan tersebut dapat terlaksana dan mulai memberikan hasil. Hasil itu antara lain ditunjuknya SMKN 1 Sudimoro sebagai SMK pusat keunggulan skema pemadanan dan SMK PK Skema Reguler.

Tidak hanya itu, dengan kepiawaian Indra sebagai kepala sekolah, juga berhasil menggandeng PT Maspion dan PT Panasonic sebagai mitra industri yang memberikan intervensi peningkatan kompetensi guru dan murid.

“Adapun intervensi itu adalah alat praktik, program magang dan serapan tenaga kerja, serta yang paling baru berhasil menjadi 1 diantara 3 SMK di Indonesia yang mendapatkan kerja sama dengan PT Schneider Germany dalam peningkatan Kompetensi dan pengembangan ekonomi hijau berbasis EBT,”papar dia.

Indra menceritakan, dengan sistem kepemimpinan berbasis Industri atau CEO, juga berhasil memotivasi para guru sehingga dapat mengantarkan siswa menjadi Juara 1 tingkat Kabupaten Pacitan bidang lomba teknik pendingin dan tata udara lomba kompetensi siswa.

“Juga juara 3 provinsi lomba kompetensi siswa di bidang yang sama,”tandasnya.

Dirinya berharap, dengan berbagai inovasi itu bisa memotivasi para guru untuk mengembangkan sekolah dengan manajemen asset.

“Selain itu juga dapat memotivasi guru dan siswa untuk berinovasi mengembangkan sekolah dengan manajemen asset yang ada di sekolah, salah satunya yang sudah berjalan yaitu produksi air mineral RO yang dibimbing langsung oleh guru SMKN 1 Sudimoro,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.