Dikritik Lantaran tak Mirip, Pemkab Pacitan Perbaiki Relief SBY-Ani di Perbatasan Ponorogo

oleh -3210 Dilihat
DITUTUP. Pada Kamis (23/11//2023), proyek pembangunan di perbatasan Pacitan-Ponorogo tersebut masih berlanjut. Namun, relief SBY-Ani ditutup terpal plastik biru. (Foto Istimewa)

Pacitanku.com, PACITAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan melalui Dinas Pekerja Umun dan Penataan Ruang (PUPR) setempat akhirnya membongkar relief Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan mendiang istrinya, Ani Yudhoyono di Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo, Pacitan.

Hal itu dilakukan setelah sebelumnya sejumlah pihak mengkritik pembangunan relief itu lantaran visualisasi kedua tokoh kebanggaan masyarakat Pacitan tersebut dinilai tak mirip aslinya.

Baca juga: Relief SBY dan Ani di Perbatasan Pacitan-Ponorogo Dikritik karena tak Proporsional

Pantauan pada Kamis (23/11//2023), proyek pembangunan di perbatasan Pacitan-Ponorogo tersebut masih berlanjut. Namun, relief SBY-Ani ditutup terpal plastik biru.

‘’Reliefnya kami bongkar kembali lantaran tidak mirip aslinya,” Kabid Tata Bangunan Dinas PUPR Pacitan Endhit Yuniarso, kepada awak media.

Adapun progres pembangunan tugu tapal batas itu telah mencapai 90 persen. Untuk memperbaiki relief tersebut, Pemkab juga bakal mendatangkan seniman dari DI Yogyakarta agar hasil perbaikan mendekati sempurna.

Pekerjaan renovasi tugu ini telah dilakukan sejak 22 November lalu dan diperkirakan rampung dua minggu ke depan.

Selama periode tersebut, patung atau relief akan ditutupi perancah (scaffolding) dan tidak dapat gunakan mengambil foto.‘’Kami akan datangkan tenaga ahli dari DI Yogyakarta untuk melakukan perbaikan,,”imbuh dia.

Diberitakan sebelumnya, relief SBY-Ani tersebut menuai sorotan dari masyarakat. Pasalnya, wajah putra terbaik Pacitan itu terlihat tidak proporsional. Selain itu, baju yang dikenakannya juga terlihat tidak simetris. Selain itu tangan kiri yang merangkul sang istri juga tidak proporsional.

Tak sedikit masyarakat setempat yang malu lantaran pembangunannya terkesan dikerjakan asal-asalan. Diketahui, proyek pembangunan tugu berikut relief SBY-Any di perbatasan Pacitan-Ponorogo itu menyedot duit APBD 2023 Rp 150 juta. Kontraktor pelaksananya dari Tegalombo, Pacitan.

Dessy Novita, salah satu warga Pacitan adalah yang menyuarakan kritik tersebut. Menurut Dessy, relief tersebut jauh dari sosok SBY asli.‘

“Sangat jauh dari sosok pak SBY yang gagah dan berwibawa,”kata Dessy saat ditemui awak media, baru-baru ini.

Dessy kecewa sebagai warga Pacitan. Lantaran relief itu tidak mirip sama sekali dengan SBY. Dessy bahkan menilai relief itu terkesan dibuat asal-asalan. Padahal, kata dia, pembangunan relief yang menampilkan salah satu simbol putra Pacitan tersukses itu digarap seniman terbaik.

Dia berharap segera diperbaiki karena akan membuat malu.

‘’Pak SBY itu putra daerah Pacitan terbaik, seharusnya dibuatkan patung (relief) yang terbaik juga,”ujarnya.