Relief SBY dan Ani di Perbatasan Pacitan-Ponorogo Dikritik karena tak Proporsional

oleh -6283 Dilihat
Proyek Pembangunan relief Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan istrinya mendiang Ani Yudhoyono di perbatasan Pacitan-Ponorogo, Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo, menuai kritik. (Foto: Istimewa)

Pacitanku.com, TEGALOMBO – Proyek Pembangunan relief Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan istrinya mendiang Ani Yudhoyono di perbatasan Pacitan-Ponorogo, tepatnya di Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo, menuai kritik.

Kondisi tersebut terlihat karena wajah putra terbaik Pacitan itu terlihat tidak proporsional. Padahal, perawakan SBY gagah dan berwibawa. Selain dari sisi wajah, baju yang dikenakan SBY pada relief tersebut juga terlihat tidak simetris.

Selain itu tangan kiri yang sedang merangkul sang istri juga terlihat tidak proporsional.

Diketahui, proyek pembangunan relief SBY-Ani di batas Pacitan-Ponorogo itu menyedot dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2023 Rp 150 juta. Adapun untuk kontraktor pelaksananya berasal dari Tegalombo, Pacitan.

Dessy Novita, salah satu warga Pacitan adalah yang menyuarakan kritik tersebut. Menurut Dessy, relief tersebut jauh dari sosok SBY asli.

‘’Sangat jauh dari sosok pak SBY yang gagah dan berwibawa,”kata Dessy saat ditemui awak media, baru-baru ini.

Dessy kecewa sebagai warga Pacitan. Lantaran relief itu tidak mirip sama sekali dengan SBY. Dessy bahkan menilai relief itu terkesan dibuat asal-asalan.

Padahal, kata dia, pembangunan relief yang menampilkan salah satu simbol putra Pacitan tersukses itu digarap seniman terbaik. Dia berharap segera diperbaiki karena akan membuat malu.

‘’Pak SBY itu putra daerah Pacitan terbaik, seharusnya dibuatkan patung (relief) yang terbaik juga,”ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kabid Tata Bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pacitan Endhit Yuniarso berdalih pembangunan relief SBY-Ani itu belum selesai 100 persen.

Jika tidak sesuai atau tidak mirip, dia akan meminta pihak ketiga untuk melakukan penyempurnaan. ‘’Masih perlu banyak penyempunaan, memang melukis wajah itu sulit,”kata dia.