Membangun Gerakan yang Berdampak dan Berkelanjutan: Pendidikan untuk Petani Milenial di Pedesaan

oleh -132 Dilihat
Luas tanah kurang lebih 25 hektar itu didominasi dengan tanaman padi, selain itu juga terdapat sungai yang memberikan esensi alam lebih terasa. (Foto: Endang Pratiwi/PKL STKIP PGRI Pacitan)

Oleh : Ir. La Mema Parandy,S.T.,M.M.*

Pendidikan memainkan peran penting dalam membangun masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Namun, petani pedesaan sering kekurangan akses ke pendidikan berkualitas. Hal ini terutama memprihatinkan dengan munculnya generasi milenial petani yang dapat mendorong perubahan positif di sektor pertanian.

Oleh karena itu, penting untuk membangun gerakan yang memiliki dampak jangka panjang di bidang pendidikan bagi petani milenial di pedesaan.

Tantangan utama dalam mengembangkan pendidikan bagi petani milenial di pedesaan terletak pada keterbatasan infrastruktur dan aksesibilitas.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat perlu berkolaborasi dalam menyediakan akses internet yang terjangkau dan infrastruktur yang memadai di desa. Akses internet memungkinkan petani milenial untuk mengakses sumber daya pendidikan secara online, seperti kursus pertanian, tutorial, dan informasi terkini tentang teknologi pertanian inovatif.

Program pelatihan dan pendidikan yang disesuaikan yang memenuhi kebutuhan petani milenial juga penting. Ini termasuk manajemen pertanian, teknik pertanian berkelanjutan, penggunaan teknologi pertanian modern, dan pemasaran hasil pertanian.

Melalui program-program tersebut, petani milenial akan dipersiapkan untuk menghadapi perubahan lingkungan dan mengoptimalkan hasil pertaniannya.

Membangun kemitraan antara lembaga pendidikan, sektor pertanian, dan masyarakat lokal juga penting. Kolaborasi ini memungkinkan pengembangan kurikulum yang relevan yang memenuhi kebutuhan sektor pertanian di wilayah tertentu.

Selain itu, melalui kemitraan ini, petani milenial dapat mengakses mentor dan pakar pertanian berpengalaman, memungkinkan mereka untuk belajar dari pengalaman praktis dan membangun jaringan yang berharga dalam industri.

Pendekatan non-formal, seperti lokakarya, diskusi kelompok, dan pertukaran pengetahuan di kalangan petani milenial, juga penting. Pendekatan ini mendorong kolaborasi dan pertukaran informasi yang berkelanjutan, memungkinkan mereka untuk saling mendukung dan menginspirasi.

Dalam membangun gerakan pendidikan yang berdampak dan berkelanjutan bagi petani milenial di pedesaan, kelestarian lingkungan juga harus diperhatikan. Penting bagi petani milenial untuk memahami pentingnya pertanian berkelanjutan dan praktik ramah lingkungan.

Mereka perlu dibekali pengetahuan tentang penggunaan pupuk organik, pengelolaan limbah pertanian, konservasi air, dan praktik pertanian berkelanjutan lainnya. Dengan demikian, mereka akan dapat mengintegrasikan prinsip-prinsip lingkungan ke dalam kegiatan pertanian mereka dan berkontribusi pada pelestarian sumber daya alam.

Selanjutnya, perhatian khusus harus diberikan pada partisipasi perempuan petani milenial untuk menciptakan gerakan pendidikan berkelanjutan. Perempuan sering memainkan peran sentral dalam pertanian dan merupakan tulang punggung keluarga petani.

Oleh karena itu, mereka harus diberi kesempatan yang sama dalam akses ke pendidikan dan pelatihan. Selain itu, partisipasi mereka dalam pengambilan keputusan dan inovasi pertanian di daerah pedesaan harus didorong.

Terakhir, mengukur dan mengevaluasi dampak gerakan pendidikan ini sangat penting. Pemerintah dan organisasi terkait harus mengumpulkan data dan informasi tentang kemajuan pendidikan petani milenial di pedesaan.

Melalui pemantauan yang tepat, keberhasilan dan tantangan dapat diidentifikasi, yang mengarah pada perbaikan yang diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas gerakan pendidikan.

Kesimpulan:

Membangun gerakan pendidikan yang berdampak dan berkelanjutan bagi petani milenial di daerah pedesaan adalah langkah penting dalam mengatasi tantangan pertanian di masa depan. Komponen kunci dari gerakan ini termasuk akses ke pendidikan berkualitas, program pelatihan yang relevan, kemitraan yang kuat, pendekatan non-formal, perhatian terhadap kelestarian lingkungan, dan partisipasi perempuan. Dengan memperkuat pendidikan bagi petani milenial, kita dapat mempromosikan inovasi, meningkatkan produktivitas, dan memastikan keberlanjutan pertanian di daerah pedesaan, memberikan masa depan yang lebih baik bagi mereka dan generasi mendatang.

Referensi :

Parandy, L. M., Soedarto, T., & Baihaqi, V. K. (2023). Realization of Competitive Millennial Farmers through Comprehensive Training Education. Research Journal of Agricultural Sciences, 12(4), 20-43. Doi:  10.18551/rjoas.2023-04.02

* Penulis adalah Mahasiswa S3 Agribisnis Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur

No More Posts Available.

No more pages to load.