Mantap, PT IBL Kerja Sama dengan BUMDesma di Pacitan Ekspor Jahe Gajah 30 Ton ke Bangladesh

oleh -18 Dilihat
EKSPOR JAHE GAJAH. PT IBL bekerja sama dengan BUMDesma di Ngadirojo Pacitan ekspor jahe gajah pada Rabu (10/5/2023). (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITANPT Indo Bumi Lavanaa (IBL) bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Daya Prima Lestari Ngadirojo menggelar kegiatan ekspor perdana jahe sebanyak 30 ton ke negara Bangladesh.

Ekspor perdana jahe jenis gajah sebanyak itu dilepas langsung Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji pada Rabu (10/5/2023) di Pacitan.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji saat dikonfirmasi awak media mengapresiasi ekspor jahe gajah dari Pacitan ke Bangladesh ini.

“Tentu hal (ekspor) ini suatu yang baik sekali, mudah-mudahan bisa menginspirasi petani yang belum mengetahui,”kata Bupati Aji.

Lebih lanjut, Bupati mengatakan dirinya sudah berpesan kepada Dinas Pertanian Pacitan untuk bisa mengawal kegiatan ekspor hasil pertanian tersebut kepada masyarakat.

“Saya tadi bepesan kepada dinas pertanian khususnya untuk bisa mengawal dan mensosialisasikan hal baik ini kepada masyarakat, sehingga bisa tumbuh lebih banyak di masyarakat yang mendapatkan hasil dan harapannya juga bisa lebih banyak lagi,”jelasnya.

Tak hanya itu, kata Bupati, perlu ada sinergi dan kerjasama semua pihak agar kegiatan ekspor hasil tanaman holtikultura ini bisa lebih massif lagi kedepannya.

EKSPOR JAHE GAJAH. PT IBL bekerja sama dengan BUMDesma di Ngadirojo Pacitan ekspor jahe gajah pada Rabu (10/5/2023). (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku)

“(Ekspor komoditas holtikultura ini) kalau menurut saya penting, tinggal memang perlu kuantitas yang lebih banyak, maksud saya begitu, karena ekspor tentu membutuhkan kuantitas dan kontinyuitas,”papar Bupati.

Sementara, Direktur PT IBL Mayang Meisremala mengatakan pada bulan ini pihaknya mengirim total 12 kontainer ke Bangladesh dan sejumlah negara lain.

“Pengiriman ke Bangladesh pekan ini, Minggu depan ke Mesir, sebelumnya kita sudah kirim ke Singapura, dan selain jahe gajah kita juga sudah mengirim produk pertanian lengkuas kering,”kata Mayang.

Khusus untuk produk jahe gajah, Mayang mengungkapkan diprediksi total ekspor akan mencapai 500 ton sampai bulan Juni.

Sementara, Direktur BUMDesma Daya Prima Lestari Ngadirojo Asto Sujarwo menceritakan awal mula BUMDesma miliknya bekerja sama dengan PT IBL hingga akhirnya menggelar ekspor jahe gajah ke Bangladesh.

“BUMDesma ini terbentuk tahun 2022, dan setelah kami berdiskusi dengan PT IBL, program dari PT IBL sangat mengena yang pada ujungnya peningkatan hasil pertanian, masyarakat petani akan lebih sejahtera, ini yang mendasari,”jelasnya.

Di sisi lain, Asto mengungkapkan PT IBL mempunyai produk pertanian yang sudah diaplikasikan di beberapa desa di kecamatan.

“Jasilnya sangat luar biasa, jadi ada peningkatan hasil panen, yang paling diuntungkan petani, petani di Pacitan ini selama ini tidak bisa memperhitungkan atau mengecek, baik atau layak, PT IBL mempunyai Internal Control System (ICS) yang mendampingi sejak mulai pengolahan tanah dan pada akhirnya membeli hasil petani ini sendiri manakala tidak dibeli untuk konsumen lokal,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.