Ibu-ibu Gubuk Songmeri Pacitan, Sholawatan Gamelan Kaca Jelang Sahur

oleh -3 Dilihat
KREATIF. Ibu-ibu Songmeri Songmeri Pacitan yang berasal dari berbagai desa di wilayah Kabupaten Pacitan ini, berkumpul menyanyikan lagu puji-pujian terhadap nabi Muhammad SAW dengan gamelan kaca. (Foto: Julian Tondo/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN –  Ada banyak cara kegiatan yang dilakukan masyarakat dalam mengisi malam lailatul qadar pada bulan Ramadan 1444 H.

Salah satunya yang dilakukan oleh kelompok Ibu-ibu Gubuk Songmeri desa Sukoharjo,kecamatan – kabupaten Pacitan.

Ibu-ibu Gubuk Songmeri Pacitan yang berasal dari berbagai desa di wilayah Kabupaten Pacitan ini, berkumpul menyanyikan lagu puji-pujian terhadap nabi Muhammad SAW, dalam bahasa Jawa.

Yang menarik dari kegiatan ini, mereka (ibu-ibu),menyanyikan doa dan pujian terhadap nabi (sholawat) sambil memainkan gamelan beling (kaca).

“Kami sholawatan dengan bahasa Jawa, sambil main gamelan dari beling Sampai nanti jelang sahur,”Kata Sunarti, anggota kelompok gubuk Songmeri asal desa Gawang, Selasa (11/4/2023) malam.

Menariknya dari kegiatan ini adalah, alat musik gamelan yang dimainkan semua berasal dari kaca bekas (beling) yang diolah menjadi seperangkat alat musik Jawa.

“Berangkat dari pemanfaatan limbah kaca, kemudian ada teman,bernama Muhammad Sulthoni alias Konde berinisiatif untuk bereksperimen. Maka jadilah gamelan beling ini,”jelas Aminudin, budayawan asal desa Sukoharjo, koordinator Gubuk Songmeri.

Berawal dari rasa penasaran inilah kemudian gamelan beling berkembang menjadi seperangkat alat musik Jawa. Gamelan beling menjadi unik, karena  menjadi  satu-satunya di Indonesia.

“Ya sepengatahuan saya, di Indonesia, gamelan beling baru ada di Desa Sukoharjo ini. Harapannya ini bisa menjadi alat musik khas dari Pacitan,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.