Intip Megahnya Dua Museum yang Siap Jadi Ikon Baru Wisata Pacitan

oleh -Dibaca 1,224 kali
IKON BARU WISATA. Museum Situs Song Terus dan Museum SBY dan galeri seni Ani jadi ikon baru wisata di Pacitan. (Foto: Dok. Istimewa)

Pacitanku.com, PACITAN – Tak salah jika Pacitan dijuluki kota pariwisata. Tak hanya wisata pantai dan goanya yang banyak, bahkan sebentar lagi juga ada ikon baru sekaligus landmark wisata di Pacitan yang siap menjadi alternatif kunjungan wisata Anda saat di Pacitan.

Dua ikon baru itu kebetulan sama-sama berbentuk museum, dimana museum pertama yang baru saja dilakukan soft launching dan dibuka untuk umum adalah Museum Song Terus. Sedangkan yang kedua adalah museum SBY dan galeri seni Ani yang tak lama lagi juga akan segera dibuka.

Sebelum berkunjung ke dua museum yang berada di Pacitan itu, simak terlebih dahulu ulasannya.

Museum Song Terus jadi jujugan referensi prasejarah modern

Museum yang terletak di kawasan situs Goa Song Terus, Desa Wareng, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan ini direncanakan dibuka dengan konsep modern bertsandart internasional. (Foto: Risma Permata Sari/PKL STKIP PGRI Pacitan)

Museum yang baru saja diluncurkan pada Rabu (12/10/2022) lalu adalah Museum Song Terus yang berada di Dusun Weru Desa Wareng Kecamatan Punung Kabupaten Pacitan.

Baca juga: Segera Dibuka, Museum Song Terus Hadirkan Konsep Modern Berstandar Internasional

Berdiri diatas lahan seluas 2,5 hektar, museum Song Terus terdiri dari 3 lantai dengan desain arsitektur yang indah dan futuristik.

“Museum Song Terus ini didirikan di Kabupaten Pacitan sudah sangat tepat karena selain memiliki latar belakang sejarah juga akan menambah kunjungan wisata di Pacitan,”kata Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji saat acara Soft Launching Museum Batik Indonesia, Museum Semedo serta Museum Song Terus, Rabu (12/10/2022) mengutip siaran pers Prokopim Pacitan.

Museum Song Terus memiliki 6 galeri dalam ruang pamernya. Masing masing galeri menampilkan tema khusus serta urut sehingga pengunjung lebih memahami sejarah Geopark Gunung Sewu. Baik bentang lingkungan hingga peradaban dari masa lalu hingga saat ini.

Kehadiran Museum Song Terus yang berdampingan dengan situs  Song Terus diharapkan menjadi inspirasi pengunjung  dalam memahami, mengapresiasi dan melestarikan bukti-bukti sejarah masa lalu untuk kehidupan masa kini dan masa depan.

Sementara, Bidang Humas dan Pemasaran Museum Song Terus, Novia saat ditemui pada Jumat (12/8/2022) mengatakan museum ini didirikan mulai tahun 2016 sampai akhir tahun 2019.

Museum Song Terus. (Foto: Dok. Prokopim Pacitan)

Novia mengatakan pentingnya kekayaan pra sejarah di Gunung Sewu melatarbelakangi pendirian museum ini. Meliputi batu-batuan, alat-alat pra sejarah dan fosil-fosil pra sejarah.

Di dalam museum ini, imbuh Novia, menghadirkan temuan-temuan pra sejarah khususnya Pacitanian dengan mengusung konsep modern minimalis yang dirancang oleh Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil.

“Hasil desainnya adalah hasil sayembara dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) bekerjasama dengan Kemendikbud dan pemenangya kebetulan CV- nya Pak Ridwan Kamil,”kata Novia.

Novia mengatakan, desain bangunan Museum Song Terus terdiri dari tiga lantai. Lantai bawah tanah (underground) berisi ruang penelitian, ruang pengelolaan koleksi, ruang rapat dan kantor. Sedangkan di lantai dasar meliputi VIP room, cafetaria dan ruang pameran temporary.

Sementara di bagian lantai atas terdiri dari ruang audio visual, auditorium, dan gudang. Museum mini juga dilengkapi perpustakaan yang berisi buku-buku sejarah.

Sebagai informasi, Pacitan memiliki sejarah yang panjang, terutama di bidang pra sejarah Pacitan sangat terkenal dengan temuan alat-alat batu Pacitanian-nya dikalangan peneliti luar negeri.

Sementara asisten Edukator Museum Song Terus, Anjar berharap dengan berdirinya Museum Song Terus, warga bisa lebih mengenal sejarah Pacitan lewat museum modern ini.

Museum SBY dan Galeri Seni Ani

MUSEUM SBY dan Galeri Seni Ani Tampak depan. (Foto oleh renandabachtar from Twitter)

Selain museum Song Terus, satu lagi museum yang juga diprediksi akan menjadi salah satu ikon wisata di Pacitan selain wisata Pantai dan Goa. Museum itu adalah museum SBY dan galeri seni Ani. Museum ini dikabarkan akan dibuka mulai awal tahun 2023 mendatang.

Sebagai informasi, museum SBY dan galeri seni Ani ini dilaunching peletakan batu pertamanya pada 22 Februari 2020 lalu. Saat itu, SBY mengatakan, pembangunan museum dan galeri seni ditujukan bagi generasi muda. Selain itu, tanda cinta keluarga dan Yudhoyono kepada istri tercinta Kristiani Herawati atau Ani Yudhoyono, yang berpulang pada 1 Juni 2019.

Museum dan Galeri Seni SBY-ANI dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektar, tepatnya berada di Jalan Lingkar Selatan (JLS), Ploso, Pacitan. Total luas bangunan museum dan galeri seni sekitar 7.500 meter persegi.

Di bagian dalam museum, bangunan megah tersebut semakin terlihat asri dengan taman yang bagian tengahnya terdapat aliran air.

Baca juga: Potret Megah Museum dan Galeri Seni SBY-Ani yang Direncanakan Dibuka Mulai Akhir Tahun ini

Museum dua lantai itu bakal berisi 30 segmen. Mulai dari perjalanan masa kecil SBY selama di Pacitan, saat menapaki karier militernya, saat menjabat sebagai menteri era Presiden Abdurrahman Wahid dan Megawati hingga sampai saat menjabat sebagai Presiden RI selama dua periode yaitu sejak 2004 sampai dengan 2014.

Selain museum, juga ada Galeri Seni Ani yang akan menampilkan koleksi seni dan foto hasil jepretan Ibu Ani. Selain berupa foto lanskap, karya lain berupa foto humanistik juga akan dipajang menghiasi ruangan yang ada.

Pembangunan museum terinspirasi dari kunjungan SBY selama menjadi presiden ke beberapa negara tetangga. Seperti ke empat meseum kepresidenan di Amerika Serikat, yakni Presiden Truman (Saint Louis Missouri), Eisenhower (Abilene Kansas), Clinton (Littlerock City Arkansas), dan Bush (Dallas Texas).

Bagian dalam museum SBY dan galeri seni Ani yang terlihat cantik. (Foto: Dok. Renanda Bachtar)

Kompleks museum SBY ini sendiri sudah ditempati oleh Presiden ke-6 RI SBY saat mengunjungi Pacitan bulan Desember 2020 lalu. Kala itu, SBY menginap di wisma Drupadi yang berada di satu kompleks dengan museum SBY dan galeri seni Ani.

Kehadiran Museum dan Galeri SBY-Ani diharapkan mampu mengangkat dan meningkatkan sektor perekonomian serta pariwisata di Pacitan. Serta menarik banyak pelajar dan masyarakat untuk melihat jejak sejarah SBY selama menjabat menjadi Presiden RI.

No More Posts Available.

No more pages to load.