Salah Paham, Seorang Sales Lem dan Serbuk Jahe Nyaris Dihakimi Massa

oleh -Dibaca 6,491 kali
SALAH PAHAM. Seorang pria paruh baya berinisial CSO (44) warga Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah nyaris dihakimi massa di lingkungan Pojok, Kelurahan Sidoharjo, Pacitan pada Selasa (9/8/2022) siang, diduga karena salah paham. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Seorang pria paruh baya berinisial CSO (44) warga Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah nyaris dihakimi massa di lingkungan Pojok, Kelurahan Sidoharjo, Pacitan pada Selasa (9/8/2022) siang.

Dalam video yang viral di media sosial, pria yang berprofesi sebagai sales minuman serbuk jahe itu sempat dikejar sejumlah warga. Satu unit sepeda motor ada yang jatuh.

Aksi kejar-kejaran itu sempat menarik perhatian warga, sehingga banyak yang berkerumun di lokasi kejadian.

Warga yang berkerumun sempat memegangi pria paruh baya tersebut. Pria tersebut bahkan nyaris dihakimi massa.

Beruntung aparat kepolisian bergerak cepat dan mengamankan pria tersebut. Pria itu kemudian dimintai keterangan di kantor Polisi, lengkap dengan mobil warna putih yang berisi minuman serbuk jahe.

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Pacitan AKBP Wildan Alberd melalui Kasatreskrim Polres Pacitan Iptu Andreas Hekso menjelaskan peristiwa itu bermula saat CSO menawarkan dagangannya berupa lem perekat dan serbuk jahe bungkus di salah satu toko di Kelurahan Ploso, Pacitan.

Saat menawarkan, CSO mengaku jika dirinya sudah mendapatkan izin dari pemilik toko. Namun demikian, pelayan toko kemudian menelepon pemilik toko untuk memastikan pengakuan dari CSO.

Tiba-tiba, CSO keluar toko dan lari membawa mobilnya dan sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara sales tersebut dan warga.

“Ketika pemilik ditelepon oleh pelayan toko, mereka ketakutan, lari bawa kendaraan (sendiri). Dikejar, setelah dikejar baru turun dari mobil, itu kronologisnya,”kata Kasatreskrim.

Kasatreskrim memastikan tidak ada tindak pidana dan tidak ada korban dalam peristiwa yang sempat menggegerkan jagad media sosial itu. Dia juga menyebut ini adalah hanya kesalahpahaman.

Sementara, terkait kabar yang tersiar di sejumlah media sosial dan percakapan adanya dugaan perampasan sepeda motor, hal itu tidak benar.

Kasatreskrim mengatakan pria tersebut panik dan melarikan diri. Sempat akan kabur menggunakan motor salah satu warga yang ada di lokasi, tapi tidak jadi karena terlanjur dikepung warga yang berkerumun.

“Karena mereka ketakutan, berhenti disitu ada sepeda motor, itu mau dibawa tapi tidak jadi, saking takutnya,”kata Kasatreskrim.

Kasatreskrim mengatakan CSO sempat diperiksa secara intensif. Namun pada akhirnya kemudian dipulangkan karena tidak ada bukti pidana.