Hati-Hati! 8 Hal Ini Ternyata Membuat Bisnis Keluarga Rentan Bangkrut

oleh -Dibaca 3,727 kali

Pacitanku.com — Konsep bisnis keluarga memang sudah semakin jarang digunakan oleh masyarakat modern. Sebab bisnis ini jelas membutuhkan modal besar dari satu pihak dan prosesnya harus dijalankan secara mandiri. Selain itu, bisnis keluarga juga dianggap rentan bangkrut dibandingkan perusahaan korporat atau startup.

Beberapa hal sepele ini sering kali tidak disadari padahal pengaruhnya sangat besar karena bisa membuat bisnis keluarga rentan bangkrut:

Masalah Pengadaan Barang yang Menghambat Proses Bisnis

Salah satu masalah klasik yang kerap dihadapi bisnis keluarga adalah pengadaan barang. Tak jarang pemasok barang gagal memenuhi permintaan sehingga hal tersebut menghambat proses bisnis secara keseluruhan. Di samping itu, kualitas bahan baku yang kurang baik juga bisa mengganggu produk setengah jadi atau produk jadi yang dihasilkan.

Hambatan ini sebenarnya tak akan menimbulkan masalah besar jika pengelola bisnis keluarga bisa mengatasinya dengan cara yang tepat. Salah satu solusi yang dapat diandalkan untuk masalah pengadaan barang dan bahan baku adalah Blibli for Business.

Sekarang, Blibli for Business memfasilitasi pelanggan korporasi melalui pengalaman pengadaan barang secara mandiri. Sehingga para pelanggan bisa mengelola kebutuhan pembelian secara mudah, transparan, dan aman. Syarat registrasi Blibli for Business sangat praktis dan metode pembayarannya juga beragam sehingga membuat proses bisnis bisa berlangsung lancar tanpa kendala pengadaan barang.

Manajemen Konvensional yang Minim Inovasi

Kreativitas dan inovasi yang minim memang membuat bisnis keluarga rentan bangkrut. Karena persaingan pasar kini semakin ketat sehingga semua bisnis harus melakukan inovasi secara berkesinambungan.

Jika suatu bisnis keluarga terus-menerus mengandalkan sistem manajemen konvensional tanpa disertai perbaikan, kemungkinan besar bisnis tersebut akan mengalami kemunduran yang mengakibatkan omzet menurun hingga akhirnya bangkrut.

Tidak Memanfaatkan Media Sosial

Pengaruh media sosial terhadap kelancaran bisnis kini memang sangat besar. Media sosial adalah sarana yang tepat untuk mempromosikan bisnis secara praktis dan cepat. Jangkauan target pasar bisnis pun akan semakin luas bila Anda memanfaatkan media sosial.

Bahkan, sekarang Anda juga bisa memanfaatkan peran para influencer untuk meyakinkan banyak orang dalam memilih bisnis Anda. Bisnis keluarga yang tidak mengandalkan media sosial akan rentan bangkrut dan tergantikan oleh para kompetitor.

Tindak KKN Dibiarkan Merajalela

Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) adalah tindakan pelanggaran yang dapat menghancurkan suatu bisnis. Sayangnya, tindak KKN yang terjadi dalam bisnis keluarga sering kali dibiarkan begitu saja sampai membuat bisnis keluarga rentan bangkrut.

Tindakan keliru tersebut sulit diatasi, terutama bila KKN dilakukan oleh petinggi yang masih memiliki hubungan keluarga dengan pemilik bisnis. KKN yang dibiarkan terjadi terus-menerus akan menyebabkan kerugian besar pada bisnis sampai kebangkrutan tak dapat dihindari lagi.

Kehabisan Generasi Penerus

Tak banyak generasi muda yang tertarik meneruskan bisnis keluarga karena ingin berkarir sesuai passion. Hal ini membuat bisnis keluarga rentan bangkrut karena kehabisan generasi penerus. Sebenarnya, kecenderungan ini bisa dicegah dengan cara menyudahi prinsip kepemimpinan bisnis secara turun-temurun.

Sebagai gantinya, pemilik bisnis bisa memberikan kepercayaan kepada tangan kanan yang terbukti loyalitasnya untuk mengelola bisnis. Tentu saja pengelolaan bisnis yang dilakukan pihak luar selain keluarga harus disertai pengawasan ketat agar berjalan sesuai rencana jangka pendek maupun jangka panjang.

Konflik Antar Generasi Penerus

Selain masalah kehabisan generasi penerus, tak jarang pula bisnis keluarga mengalami kebangkrutan akibat konflik antar generasi penerus. Sifat serakah dan ketidakinginan untuk bekerja sama antar generasi penerus malah menyebabkan bisnis keluarga jadi bahan rebutan.

Akibatnya, bisnis keluarga tidak mendapatkan pengawasan yang memadai sehingga mengalami kemunduran. Hal yang lebih parah dapat dialami jika generasi penerus yang berhasil mendapatkan bisnis keluarga justru tidak mampu mengelola bisnis dengan cara yang tepat. Maka kebangkrutan pun tak dapat dihindari dalam waktu yang relatif singkat.

Ketidakmampuan Menjangkau Pelanggan Baru

Suatu bisnis akan tetap berjalan lancar jika selalu berhasil menjangkau pelanggan baru. Sayangnya, banyak bisnis keluarga yang tidak mampu menjangkau pelanggan baru dan hanya mengandalkan loyalitas pelanggan lama.

Seiring dengan berjalannya waktu, omzet bisnis terus menurun karena jumlah pelanggan lama pun terus berkurang. Kalau hal ini dibiarkan berlarut-larut, kebangkrutan bisnis keluarga pun ada di depan mata.

Enggan Beradaptasi dengan Kemajuan Zaman

Faktor lainnya yang menyebabkan bisnis keluarga rentan bangkrut adalah keengganan untuk beradaptasi dengan kemajuan zaman. Beberapa contoh masalah yang disebabkan faktor ini, antara lain:

  • Keengganan membuat produk atau jasa sesuai kemajuan zaman. Contohnya, bisnis keluarga di bidang kuliner yang tidak beradaptasi sesuai tren kuliner.
  • Tidak melakukan ekspansi di ranah online dengan membuka toko online di marketplace.
  • Sistem pembayaran yang konvensional karena hanya menerima uang tunai.
  • Tidak berinisiatif menyiapkan staf customer service untuk menghadapi kritik, saran, maupun pertanyaan pelanggan.

Jangan biarkan stigma bahwa bisnis keluarga rentan bangkrut juga terjadi pada bisnis Anda. bisnis keluarga harus mengadopsi prinsip bisnis modern supaya tetap bertahan di tengah ketatnya persaingan pasar. Bukan mustahil bila bisnis keluarga yang dikembangkan secara serius bisa menjadi perusahaan kelas dunia yang reputasinya diakui hingga ke tingkat internasional.