Gubernur Beri Penghargaan Kepada Bupati Pacitan Atas Inovasi Layanan Adminduk Berbasis Kewenangan Desa

oleh -Dibaca 463 kali
Gubernur Khofifah memberikan penghargaan kepada 4 daerah saat peluncuran program Kecamatan Cettar untuk Jatim Bangkit dalam forum inspirasi Jawa Timur yang dihelat di Hotel Harris Gubeng Kota Surabaya, Kamis (23/9/2021). (Foto: Dok. Humas Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, SURABAYA –  Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan penghargaan kepada Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji atas inovasi Layanan Administrasi Kependudukan Berbasis Kewenangan Desa atau LABKD di Pacitan.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Gubernur Khofifah kepada Bupati Aji saat peluncuran program Kecamatan Cettar untuk Jatim Bangkit dalam forum inspirasi Jawa Timur yang dihelat di Hotel Harris Gubeng Kota Surabaya, Kamis (23/9/2021).

Selain Bupati Aji, Gubernur juga memberikan penghargaan kepada Bupati Bondowoso yang diwakili oleh Wakil Bupati Irwan Bachtiar, Bupati Trenggalek M Nur Arifin dan Bupati Lumajang Thoriqul Haq.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah mengatakan Jawa Timur harus bangkit dari situasi pandemi melalui kolaborasi dengan semua pihak untuk mewujudkan pemulihan ekonomi, menyediakan bantuan kemanusiaan, menciptakan lapangan kerja, dan mengatasi kemiskinan.

Lebih lanjut, Khofifah mengatakan inovasi yang diciptakan mencerminkan kolaborasi produktif dari berbagai pemangku kepentingan dalam mencapai hasil positif dalam layanan dasar dan peluang ekonomi.

Forum Inspirasi Jawa Timur memaparkan beberapa inovasi yang telah berhasil diimplementasikan di sejumlah kabupaten. Inovasi-inovasi yang dipamerkan berfokus pada penguatan peran kecamatan sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Jatim Bangkit.

“Kecamatan punya peran strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan masyarakat dan penanggulangan COVID-19. Kecamatan menjadi pusat data dan informasi, pusat pelayanan dasar, pusat pengembangan inovasi dan kewirausahaan, pusat pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan, serta pusat pertumbuhan ekonomi kabupaten,” jelas Khofifah, dikutip dari laman Youtube Kominfo MMC.

Menurut dia, kecamatan menjadi tumpuan kesuksesan program daerah hingga nasional. Sehingga, atas dasar itu, Khofifah mendorong inovasi terus muncul dari kecamatan guna membantu penanganan masalah-masalah di daerahnya.

Sejumlah inovasi yang diganjar penghargaan pada kegiatan itu adalah Sistem Informasi Ibu dan Bayi (SIBUBA) yang membantu Pemerintah Kabupaten Bondowoso menekan angka kematian Ibu dari 192,2 per 100.000 kelahiran hidup di tahun 2018 menjadi 177,4 per 100.000 kelahiran hidup di tahun 2020.

Selain itu juga ada Inovasi Layanan Administrasi Kependudukan Berbasis Kewenangan Desa (LABKD) di Pacitan juga terbukti memudahkan masyarakat mengurus dokumen kependudukan yang kini hanya perlu datang ke kantor desa.

Inovasi lain adalah Pembina Teknis Pemerintahan Desa (PTPD) di Lumajang menempatkan kecamatan sebagai Pusat Belajar Pengembangan Kapasitas Aparatur Desa (PB-PKAD) sehingga pembinaan dan pengawasan desa menjadi lebih baik.

Sementara itu, inovasi Musyawarah Perempuan, Anak, Disabilitas dan Kelompok Rentan lainnya (MUSRENA KEREN) dan Sekolah Perempuan, Disabilitas, Anak, dan Kelompok Rentan lainnya (SEPEDA KEREN) di Kabupaten Trenggalek, memastikan semua masyarakat, tanpa terkecuali, terlibat aktif dalam pembangunan yang inklusif.

Seluruh inovasi ini merupakan hasil kolaborasi Pemprov Jawa Timur dengan Program KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat Pelayanan untuk kesejahteraan) yang merupakan kemitraan Pemerintah Indonesia dan Australia. (red/DP)