Begini Skema Jalur Evakuasi BPBD Pacitan Terkait Potensi Gempa-Tsunami

oleh -Dibaca 767 kali
Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Didik Alih Wibowo. (Foto: Putro Primanto)

Pacitanku.com, PACITANBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan telah menyiapkan skema jalur evakuasi terkait potensi bencana alam gempa dan tsunami hasil kajian dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pacitan Didik Alih Wibowo dalam perbincangan yang dikutip dari laman Youtube Pemkab Pacitan pada Kamis (16/9/2021).

Menurut pria yang akrab disapa Didik tersebut, kondisi garis pantai di Pacitan sangat panjang. Di Pacitan juga ada 27 desa yang memiliki garis pantai. Sehingga berdasarkan hal tersebut, adalah apa yang harus dilakukan terhadap terhadap masyarakat di garis pantai tersebut.

“Tentunya sosialisasi itu, edukasi bencana terus dilakukan, di Watukarung, di Srau kita juga laksanakan ya sama, memang selalu diulang-ulang sehingga ini akan jadi budaya,”katanya.

Sebagai contoh, kata Didik, saat dilaksanakan uji rambu pada Sabtu 11 September 2021 lalu, dibunyikan sirine tersebut juga menjadi bentuk hubungan sinergis yang baik.

“Yang di lapangan dinas sosial melakukan uji rambunya, kita melaksanakan uji poskonya sekalian kemarin kita laksanakan uji posko untuk melatih bagaimana hubungannya jika ada kejadian (bencana) itu,”tandasnya.

Didik mengatakan, di Pacitan ada 27 lokasi pantai. Dan pihaknya sudah membangun akses sebagai salah satu mitigasi bencana.

“Kita lihat aja di 27 lokasi pantai, sekarang akses yang tidak terbangun di mana, kita lihat dari Banyu Tibo pantainya, kemudian jalur, memang tidak terasa masyarakat, jalur utamanya mulai Dersono sampai perbatasan Jawa Tengah lebar, kemudian di Punung sampai dengan Klayar sudah lebar, kemudian jalur ke pantai pantai-pantai sudah dilaksanakan penyiapan,”paparnya.

Menurutnya, dengan penyiapan jalur itu, memiliki dua kandungan maksud. Yang pertama, kata dia, adalah akses untuk wisata, dan yang kedua, adalah juga sebagai akses untuk penanganan jika terjadi bencana.

“Itu mitigasi juga, tapi tidak terasa, karena biasanya masyarakat itu yang sering disadari itu mitigasi yang terkait dengan latihan tapi struktural, penyiapan akses jalan ke kawasan wisata itu kemudahan akses, kecepatan itu juga mitigasi struktural yang pada nantinya jika potensi ini diperlukan ini menjadi layanan kecepatan mengungsi,”jelas dia.

Sementara di wilayah Pacitan kota, ujar dia, adalah kaitan dimana menjadi pusat pemerintahan, pusat ekonomi pusat pendidikan, pusat aktivitas masyarakat, dimana semuanya ada di Pacitan kota.

“Jadi dengan tingginya intensitas kompleksitas (wilayah kota), dan kebutuhan penanganan, ya  saya jawab kita harus memerlukan penanganan secara khusus, kuhusunya wilayah yang disinggung Mensos RI Bu Risma itu wilayah (Pacitan kota) bagian tengah, karena memang jauh dari bukit, ini memang perlu pemikiran secara khusus,”papar Didik.

Sehingga, Didik mengungkapkan pihaknya sudah melakukan dimulasi dari Tempat Evakuasi Sementara (TES), berjalannya menuju ke Tempat Evakuasi Akhir (TEA) memerlukan waktu tidak kurang dari 20 menit itu ada lima desa/kelurahan yang diperlukan.

“Sementara yang lain itu bisa bergeser ke posisi terdekat, di bukit-bukit itu kita manfaatkan sebagai TEA nya, tetapi yang ditengah itu memang perlu penanganan,”tandas Didik.

Lebih lanjut, Didik mengatakan jika bisa menangani untuk masyarakat yang berdekatan dengan bukit, maka pikiran konsentrasi menjadi berkurang.

“Contohnya misalkan warga Teleng itu sudah paham 100 persen, bisa bergeser ke perbukitan, warga Jaten Sidoharjo geser ke wilayah Jaten, warga Bangunsari, Tanjungsari, juga berdekatan ke Giri Sampurno, kemudian di Kembang juga, kemudian di Sukoharjo, yang kita urus tinggal di tengah ini, kalau ini kita sisir semua, kita siapkan semua kita dorong sesuai dengan sasaran masing-masing, yang tengah ini akan menjadi lancar, itu yang ingin kita capai,”pungkasnya. (red/DP)

Video BMKG Ingatkan Pacitan Harus Siap dengan Skenario Terburuk Gempa-Tsunami

No More Posts Available.

No more pages to load.