Dewan Sayangkan Peristiwa Ambrolnya Atap Plafon Ruang TU Puskesmas Tanjungsari

oleh -Dibaca 809 kali
ATAP PLAFON AMBROL. Dewan saat sidak plafon atap ambrol di Puskesmas Tanjungsari, Jumat (25/6/2021). (Foto: Dok/Istimewa)

Pacitanku.com, PACITAN – Bagian atap plafon ruang Tata Usaha (TU) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tanjungsari, Kecamatan Pacitan ambrol pada Kamis (24/6/2021) pagi.

Beruntung, enam karyawan yang bekerja di Gedung Puskesmas yang relatif baru itu tidak menjadi korban. Hal itu dikarenakan peristiwa ambrolnya plafon atap tersebut diluar jam kerja, sekitar pukul 05.00 WIB.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pacitan Ririn Subianti menyayangkan kejadian ambrolnya plafon atap di Gedung Puskesmas tersebut.

“Plafonnya ambrol kemarin pagi, bersyukur karena kejadian diluar jam kerja, sehingga tidak ada korban, padahal gedung Puskesmas baru itu relatif baru jadi akhir 2017, kemudian baru boyongan Maret 2018, atau belum genap 4 tahun,”kata Ririn, Jumat (25/6/2021) di Pacitan.

Menurut Ririn, Ada satu ruangan lagi yang berpotensi ambrol seperti kejadian di ruang TU tersebut. Belum lagi, kata dia, di sepanjang tembok dinding-dindingnya itu ada retakan-retakan kecil seperti lukisan itu di semua permukaan dinding Puskesmas.

“Peristiwa itu untungnya terjadi diluar jam kerja, padahal ruangan TU itu kan ada 6 karyawan,”tandas politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Ririn sendiri menyayangkan terjadinya peristiwa ambrolnya atap plafon ruangan TU tersebut. Dia berharap para kontraktor sekaligus perencana mengedepankan aspek safety atau keamanan saat mengerjakan gedung, utamanya layanan masyarakat.

“Saya berharap para kontraktor yang sekaligus perencana kalau mengerjakan gedung-gedung terutama Gedung-gedung yang menjadi tempat layanan masyarakat, seperti Puskesmas, Rumah Sakit, Puskesmas atau Sekolah itu harus benar-benar safety,”jelasnya.

Dia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. Salah satunya adalah dengan mengantisipasi dari proses perencanaan sampai dengan pembangunan harus sesuai dengan spek yang telah ditentukan.

“Jangan sampai hal semacam ini terulang, apalagi sampai menelan korban. Maka harus diantisipasi dari proses perencanaan dan pembangunan ini harus sesuai dengan spek yang telah ditentukan,”ujarnya.

Apalagi, ujar Ririn, saat ini Pacitan kerapkali terjadi bencana alam, seperti gempa bumi, hingga hujan dengan angin kencang.

“Apalagi sekarang ini kan sering gempa,hujan yang diiringi angin yang kencang, ini kan meningkatkan risiko bahya disaat kualitas sarana prasarana bangunan tidak berkualitas,”pungkasnya.

Pewarta: Dwi Purnawan

Video Bu Ririn dan Kiprah Perjuangan Perempuan di Dunia Politik Pacitan