Mengenal KH Abdul Manan Dipomenggolo, Ulama Besar Nusantara dan Pendiri Pondok Tremas Pacitan

oleh -Dibaca 1.708 kali
Haul Dzikro KH Abdul Manan Dipomenggolo pada Selasa (8/6/2021) lalu di Pacitan. (Foto: Dok. Attarmasy Ma'had Aly)

Pacitanku.com, PACITAN – Pada Selasa (8/6/2021) keluarga besar Perguran Pondok Tremas memperingati Dzikro Haul KH Abdul Manan Dipomenggolo yang merupakan pendiri Pondok Tremas di Desa Tremas Kecamatan Arjosari, Pacitan.

Dalam acara yang diikuti khusus untuk dzuriah dan tamu undangan tersebut juga menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Turut hadir para tokoh Pacitan,salah satunya adalah Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji.

Usai mengikuti dzikro Haul KH Abdul Manan, Bupati Pacitan ke-33 ini mengajak seluruh masyarakat bisa meneladani kiprah dan perjuangan sosok KH Abdul Manan dalam mengembangkan ajaran Islam.

“Semoga kita bisa meneladani kiprah dan perjuangan beliau dalam pengembangan ajaran agama Islam di nusantara, semangat beliau dalam menimba dan mendalami ilmu islam sampai ke luar negeri tepatnya di Al-Azhar Kairo, Mesir, Al-Fatihah kagem beliau,”kata Bupati Aji dalam unggahannya di Instagram @inb_indratabayuaji yang dikutip Pacitanku.com pada Sabtu (12/6/2021).

Sosk KH Abdul Manan sendiri adalah sosok ulama nusantara yang sangat berjasa bagi perkembangan Islam di Indonesia, salah satunya adalah Pondok Tremas yang didirikan oleh KH Abdul Manan pada tahun 1830. Pondok Tremas sendiri menjadi salah satu pondok pesantren tertua di Jawa.

Tidak berlebihan juga karena bahwa banyak yang mengakui sanad keilmuan ulama indonesia banyak diperoleh dari ulama asal Pesantren Tremas Pacitan ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Mengutip dari laman Pondok Tremas, pada saat masih remaja, KH Abdul Manan belajar kepada gurunya KH Hasan Besari di Tegalsari, Kabupaten Ponorogo.

Berbekal ilmu yang diperolehnya, KH AbdulManan mendirikan masjid dan pesantren di daerah Semanten Pacitan.

Setelah berkeluarga dengan salah satu putri demang Tremas, ia kemudian memindahkan pesantrennya di Desa Tremas dan jadilah sampai sekarang Pondok Tremas Pacitan.

Dalam artikel yang dituliskan di laman Pondok Tremas, Pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan KH Luqman Harist Dimyathi mengatakan pada tahun 1850-an telah ada komunitas bangsa Indonesia yang bertempat tinggal di Ruwaq Jawiy di Al-Azhar Kairo Mesir.

Menurut Gus Luqman, KH Abdul Manan adalah generasi pertama orang Indonesia yang belajar di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Di sana ia berguru pada Syaikh Ibrahim Al-Bajuri.

“Dalam kitab Al-Ulama’ Al Mujaddidun karya KH Maimoen Zubair Sarang Rembang, Kiai Abdul Manan adalah salah seorang ulama Ahlussunnah yang pertama kali membawa, mengaji dan mempopulerkan kitab Ithaf Sadat Al-Muttaqin, yaitu syarah dari kitab Ihya’ Ulumuddin karya Imam al-Ghazali,”jelas Gus Luqman.

Dalam sejarahnya, KH Abdul Manan adalah salah satu ulama dan pionir terbentuknya jaringan ulama Nusantara. Hal itu dikarenakan dari sosok KH Abdul Manan kemudian lahir beberapa generasi salah satunya adalah Syaikh Mahfudz Attarmasi yang kelak menelurkan para murid di antaranya KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbullah dan KH Bisri Syamsuri, yang kelak mendirikan Nahdlatul Ulama di tahun 1926.

Selain Syekh Mahfud Attarmasi, KH Abdul Manan juga memiliki generasi yang membanggakan di antaranya adalah KH Dimyati yang mempunyai banyak murid yang kelak menjadi ulama berpengaruh, diantaraya KH Ali Maksum Krapyak, KH Muslih Abdurrohman Mranggen,  KH Abdul Hamid Pasuruan, Prof. Mukti Ali, KH Abdurrozak yang menjadi Mursyid Thoriqoh Syadziliah yang mempunyai ribuan pengikut hingga saat ini serta yang terakhir KH. Dahlan yang menguasai Ilmu Falak yang menjadi menantu dari Kyai Soleh Darat Semarang.

Sumber Rujukan: Website Pondok Tremas

Pondok Tremas dan Dakwah Islam di Pacitan