Polisi Damaikan Pemilik dan Pelaku Pembantaian Anjing di Pacitan

oleh -Dibaca 719 kali
PERMINTAAN MAAF WARGA. Warga meminta maaf terkait kasus pembantaian anjing di Pacitan beberapa waktu lalu. (Foto: Julian Tondo/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Viralnya kasus pembantaian belasan anjing di Kabupaten Pacitan akhirnya berakhir damai. Pasalnya, setelah di telusuri semakin dalam, kesalahan dari kasus pembantaian tersebut bukan mutlak dimiliki oleh pelaku pembantaian (warga). Namun disisi lain, ada banyak kelalaian dari pemilik anjing yang menyebabkan pelaku (warga) jengkel dan melakukan aksi pembantaian.

“Kami mediasi mereka (pelaku dan pemilik). Agar dapat duduk bersama. Secara aturan hukum  mereka semua sebenarnya dapat dikenai sanksi,”kata Kasat Reskrim Polres Pacitan AKP Juwair, Selasa (25/5/2021) di Pacitan.

Baca juga: Gerah Banyak Hewan Peliharaan dan Ternak Dimangsa, Alasan Adanya Pembantaian Anjing

Menurut Kasat Reskrim, berdasarkan hasil penyelidikan, polisi pada dasarnya telah menemukan empat orang tersangka pelaku pembantaian.

“Sudah ada 4 tersangka, kami kembalikan ke mereka (pelaku dan pemilik) dan mereka sama sama menyadari kesalahannya, dan memilih berdamai dengan syarat,”tandas Kasat Reskrim.

Sementara itu, kapolres Pacitan, AKBP Wiwit Ari Wibisono, dalam nasehatnya menyampaikan, bahwa apapun itu, tindakan pembunuhan hewan dengan kejam itu tetap dilarang.

“Apapun alasannya pembunuhan hewan secara kejam itu dilarang. Ya kita kan punya nurani, saya sendiri punya kucing, dia mati karena sakit. Itu saya juga merasa sedih. Jadi jangan diulangi ya,”kata Kapolres Pacitan saat acara mediasi antara pelaku dan pemilik anjing di gedung Graha Bhayangkara.

Gelar mediasi yang dihadiri oleh 13 warga pelaku pembantaian dan 2 pemilik anjing ini berakhir dengan jalan damai dan pemilik anjing bersedia mencabut berkas laporan, sementara pelaku memberikan pernyataan maaf melalui rekaman video.

“Kami atas nama warga yang melakukan pembunuhan anjing menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya dan tidak akan melakukannya lagi,”ungkap salah satu warga.

Pewarta: Julian Tondo
Editor: Dwi Purnawan