Bupati Minta Semua Pihak Terlibat Penanganan Stunting di Pacitan

oleh -10242 views
TINJAU KASUS STUNTING. Bupati Aji dan ketua TP PKK Efi Suraningsih saat meninjau warga terdampak stunting di Kecamatan Bandar, Senin (24/5/2021). (Foto: Dok. Humas Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, BANDAR – Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji didampingi Wakil Bupati Gagarin dan Ketua tim penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Pacitan Efi Suraningsih mengunjungi warga yang terdampak stunting atau gizi buruk, yakni di Dusun Sono dan Dusun Spring, Desa Bangunsari, Kecamatan Bandar, Senin (24/5/2021).

Sesuai data Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan, angka stunting di Dusun Sono dan Spring sebenarnya tidak terlalu tinggi dibanding dusun dusun lain di Desa Bangunsari. Dari 41 balita yang terindikasi stunting, Dusun Sono terdapat 4 balita dan Dusun Spring hanya 1, sedangkan sisanya tersebar.

Bupati Aji mengatakan, menyelesaikan masalah stunting tidak bisa hanya satu pihak, namun harus bergerak bersama.

“Kami bersama OPD terkait akan melakukan pendampingan agar mata rantai stunting ini dapat diputus,”kata Bupati Aji, seperti dikutip dari siaran pers Humas Pemkab Pacitan.

Lebih lanjut, Bupati Aji menuturkan, selain bantuan langsung, langkah edukasi juga diberikan kepada masyarakat. Mulai dari pemahaman soal gizi dan kesehatan yang melibatkan Dinas Kesehatan, bantuan pemberdayaan melalui Dinas Sosial serta Dinas Pendidikan terkait pendidikan anak.

Baca juga: Intensifkan Posyandu, Cara TP PKK Pacitan Cegah Kasus Stunting

Untuk penanganan Dinas Kesehatan melakukan upaya pemantauan tumbuh kembang balita, deteksi dini tumbuh kembang, pemberian makanan tambahan (PMT), kunjungan rumah, penyuluhan dan rujukan ke puskesmas.

Penyebab stunting sendiri lebih karena permasalahan sosial ekonomi masyarakat. Sehingga pencegahan perlu kerja sama semua pihak.

Sebelumnya, persoalan stunting di Pacitan ini juga disinggung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Jumat (7/5/2021) lalu.

Saat itu, Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini menyebut berdasarkan data menurut bulan timbang pada Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) per Agustus 2020, prevalensi stunting Kabupaten Pacitan berada pada angka 34,47. Sementara angka tersebut masih jauh di atas rata-rata Jawa Timur yang berada pada angka 26,86.

Melihat kondisi itu, Khofifah meminta perlu adanya perhatian khusus. Meskipun, Khofifah mengakui soal angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Pacitan terpantau rendah dari daerah lainnya.

Senada dengan Khofifah, Bupati Pacitan periode 2015-2021, Indartato menyampaikan sejumlah persoalan yang harus ditindaklanjuti oleh kepemimpinan Bupati Aji dan Wabup Gagarin, salah satunya adalah stunting.