Intensifkan Posyandu, Cara TP PKK Pacitan Cegah Kasus Stunting

oleh -Dibaca 161 kali
Sertijab Ketua TP PKK Kabupaten Pacitan pada Senin (10/5/2021). (Foto: Humas Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Pacitan mendapatkan tugas khusus dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Tugas khusus tersebut disinggung Khofifah saat memberikan paparan dalam serah terima jabatan (Sertijab) Bupati dan Wakil Bupati Pacitan pada Jumat (7/5/2021) lalu.

Terkait hal itu, ketua TP PKK Kabupaten Pacitan Efi Suraningsih berharap selama kepemimpinanya kedepan PKK dapat sejalan dengan bupati dan wakil bupati sesuai dengan visi dan misinya. Istri Bupati Pacitan itu juga bertekat membawa PKK lebih berdaya menuju pacitan yang lebih baik.

Baca juga: Pacitan Butuh Kerja Keras dan Perhatian Khusus Tangani Stunting

Terkait persoalan stunting, Efi akan lebih mengintensifkan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai garda terdepan. Hal itu disampaikan Efi saat sertijab ketua TP PKK dari Plh. Ketua PKK Kabupaten Pacitan Ulva Heru Wiwoho kepada Evi Suraningsih Indrata Nur Bayuaji sebagai Ketua PKK Kabupaten Pacitan yang baru, Senin (10/5/2021).

Dalam kegiatan itu, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengatakan TP PKK memiliki peran strategis dalam meningkatkan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga serta membantu tugas-tugas pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Menurut Bupati Aji, wujud peran strategis tersebut dapat terlihat dari 10 program pokok pkk yang selaras dengan visi Pemerintah Kabupaten Pacitan yakni “utamakan rakyat” masyarakat Pacitan sejahtera dan bahagia.

“Saya berharap PKK mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa/kelurahan dapat menjalankan fungsi dan perannya dengan baik serta membangun kemitraan dengan perangkat daerah terkait,”kata Bupati Aji, seperti dikutip dari laman Humas Pemkab Pacitan.

Bupati berharap anggota PKK dapat berperan aktif dalam melaksanakan program pembangunan dan pemberdayaan serta memahami permasalahan dan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat di era modern ini. Karena di era revolusi industri 4.0 menuntut semua bekerja cepat dan cerdas, tak terkecuali PKK.

“Kita semua harus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. oleh karena itu, PKK juga harus memacu diri untuk berinovasi menyesuaikan dengan perkembangan teknologi,”pungkasnya.

Sebelumnya pada Jumat lalu, Khofifah meminta TP PKK untuk bekerja keras dalam penanganan stunting. Dalam paparannya, Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini menyebut berdasarkan data menurut bulan timbang pada Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) per Agustus 2020, prevalensi stunting Kabupaten Pacitan berada pada angka 34,47. Sementara angka tersebut masih jauh di atas rata-rata Jawa Timur yang berada pada angka 26,86.

Melihat kondisi itu, Khofifah meminta perlu adanya perhatian khusus. Meskipun, Khofifah mengakui soal angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Pacitan terpantau rendah dari daerah lainnya.

Salah satu solusi yang bisa dilakukan, kata mantan Menteri Sosial (Mensos) RI ini, adalah dengan memanfaatkan potensi ikan melimpah di Pacitan.