Prosesi Puncak Hajatan ke-276 akan Digelar Sederhana

oleh -Dibaca 424 kali
Pendopo Kabupaten Pacitan
Pendopo Pemerintah Kabupaten Pacitan. (Foto: Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Puncak peringatan Hari Jadi Pacitan (Hajatan) ke-276 tahun 2021 ini dipastikan akan digelar secara sederhana. Hal itu dikarenakan suasana masih dalam kondisi pandemi global coronavirus disease 2019 (COVID-19).

“Hari jadi Pacitan digelar secara sederhana mengingat masa pandemi,”kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan selaku penanggungjawab kegiatan Hajatan pada Senin (8/2/2021) di Pacitan.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi Dinas Komunikasi dan Informatika Agus Ansori Mudzakir mengatakan kegiatan puncak Hajatan ke-276 diselenggarakan dengan pembatasan untuk menjalankan disiplin protokol kesehatan.

 “Acara hanya praktis dengan atur tirto wening rucuh pace dan konsep yang sederhana dan terbatas pada Jumat (19/2/20221) mulai pukul 09.00 sampai pukul 10.30 WIB,”ujarnya.

Selain itu, pembatasan juga diterapkan untuk peserta kegiatan tersebut. Jika biasanya mengundang banyak tamu undangan, pada tahun ini dibatasi hanya 27 orang.

“Peraga dan undangan hanya untuk 27 orang, untuk OPD dilaksanakan di kantor-kantor masing-masing melalui layanan zoom meeting dan live streaming,”tandasnya.

Sebelumnya, Rangkaian peringatan Hari Jadi Pacitan (Hajatan) ke-276 telah dimulai seiring dilaksanakannya pengambilan Tirto Wening dan pembuatan rucuh pace yang dilakukan di Desa Sukoharjo dan Desa Nanggungan Kecamatan Pacitan.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini pelaksanaan pengambilan Tirto Wening di Desa Sukoharjo dilaksanakan secara sederhana dan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan memasak rucuh pace di Desa Nanggungan. Proses pembuatan Rucuh Pace diawali dari mengupas buah Pace yang sudah masak, dicampur dengan gula merah pilihan serta dimasak dengan air dari Sumur petilasan Tumenggung Setroketipo.

Demikian juga untuk proses memasaknya, masyarakat Nanggungan tetap mempertahankan budaya lama yakni dengan menggunakan api dari kayu bakar. Pada Jumat (19/2/2021) mendatang, Rucuh Pace dibawa ke Pendopo Kabupaten bersama air Tirto Wening, dari Desa Sukoharjo, Pacitan dalam acara Wilujengan atau acara puncak Hajatan yang digelar di Pendopo Kabupaten.

Pewarta: Putro Primanto
Editor: Dwi Purnawan

No More Posts Available.

No more pages to load.