Sejumlah Tanggul di Pacitan Tergerus Air, Desak BBWS Bengawan Solo untuk Segera Bertindak

oleh -Dibaca 215 kali
Tanggul di Widoro yang tergerus air beberapa hari yang lalu. (Foto: Dok. Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Curah hujan yang meningkat menyebabkan hujan terjadi di Pacitan dengan intensitas tinggi. Akibatnya, sejumlah tanggul penahan air di Desa Widoro dan Desa kembang Kecamatan Pacitan tergerus air.

Peristiwa tersebut menyebabkan gudang elektro serta masjid di dua desa tersebut terancam terbawa arus jika air kembali meninggi, apalagi jarak bibir sungai dan bangunan hanya 3 meter.

Di wilayah Dusun Krajan, Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, talud pembatas bibir sungai Jelok yang merupakan anak sungai Grindulu  dilaporkan ambrol sepanjang sekitar 20 meter.

Peristiwa di Desa Kembang tersebut diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi serta kikisan erosi sungai yang menyebabkan kontur tanah dibibir sungai menjadi gembur dan labil tidak mampu menahan resapan air. Kejadian ambrolnya talud tersebut pada Rabu sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Meski banjir yang terjadi semalam tidak sebesar banjir akhir tahun 2017 silam, namun warga di dua desa tersebut was-was, mengingat hujan dengan intensitas sedang dan tinggi dipastikan masih terjadi.

“Selain masjid, juga ada lahan pertanian yang dapat merugikan petani kami,” kata Sahudi, Kades Desa Kembang seperti dikutip dari laman Pemkab Pacitan, Sabtu (30/1/2021).

Baca juga: Ronny Wahyono: Pemdes Mentoro Sudah Bersurat ke Bupati dan DPRD Terkait Talud Ambrol

Kondisi demikian diharap Pemdes segera direspon Pemda Pacitan dengan membangun bolder, mengingat bronjong yang sebelumnya dipasang di bantaran tidak sesuai dengan jenis tanah di Desa Kembang.

“Kami yakin bolder lebih kuat dan tahan terhadap gerusan air,” lanjut Sahudi.

Sementara respon cepat ditunjukkan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten Pacitan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Kabupaten Pacitan melakukan langkah-langkah strategis. salah satunya yakni kerja bakti bersama warga pemasangan Sand Back.

Sedang permohonan pihak desa terhadap instalasi bolder dipastikan tertunda, lantaran kewenangan aliran sungai adalah milik BBWS Bengawan Solo.

“Namun kami tidak bisa tinggal diam,pendekatan terhadap BBWS Bengawan Solo akan terus kami lakukan, meski hari-hari ini terjadi reorganisasi,” ujar Yudo Tri Kuncoro, Kabid Sumber Daya Air PUPR kepada Diskominfo Pacitan melalui sambungan telepon.