Sebanyak 2.080 Orang akan Jadi Penerima Vaksin Tahap Pertama di Pacitan

oleh -10111 views
Juru bicara satgas penanganan COVID-19 Pacitan Rachmad Dwiyanto. (Foto: Sulthan Salahuddin)

Pacitanku.com, PACITAN – Juru bicara satuan gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) coronavirus disease 2019 (COVID-19) Pemkab Pacitan Rachmad Dwiyanto mengatakan sebanyak 2080 orang akan menjadi penerima vaksinasi pada tahap pertama pemberian vaksin COVID-19 di Pacitan.

“Yang sasaran ya ada sebanyak sekitar 2.080, tapi berapa vaksin yang datang kita belum tahu,”kata Rachmad, Jumat (15/1/2021).

Pada tahap pertama vaksinasi ini, Rachmad mengatakan vaksin akan di prioritaskan untuk tenaga kesehatan dan para garda terdepan yang berhadapan dengan COVID-19. Selain itu, Bupati yang akan diwakilkan wabup atau sekda juga menjadi orang pertama yang akan di suntik.

“Karena pak bupati sudah melewati batas usia yang divaksinasi, maka cadangan pengganti adalah pak wakil bupati atau pak Sekda, tetapi harus melakui skreening dulu agar diketahui status kesehatannya,”ujar pria yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pacitan ini.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah resmi memulai program vaksinasi COVID-19 yang diberikan secara gratis kepada masyarakat Indonesia, Rabu (13/01/2021) pagi. Ini ditandai dengan pemberian suntikan dosis vaksin pertama kepada Presiden RI Joko Widodo, di beranda depan Istana Merdeka, Jakarta.

Kemudian di tingkat Provinsi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar secara resmi program vaksinasi Covid-19 tahap pertama di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (14/1/2021).

Pada kesempatan ini, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengawali program vaksinasi pertama, selanjutnya diikuti pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jatim. Wagub Emil menggantikan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, yang masih menjalani isolasi mandiri karena COVID-19.

Kemudian pelaksanaan vaksinasi di Pacitan sendiri terbagi menjadi 4 tahap, dimana tahap pertama bulan Januari hingga April 2021 dengan sasaran petugas kesehatan, petugas pendukung layanan kesehatan dan termasuk petugas tracing.

Kemudian tahap ke-2 bulan Januari hingga April 2021 dengan sasaran petugas pelayanan publik seperti TNI, POLRI, Satpol PP, tokoh agama, tokoh masyarakat, guru, pelaku ekonomi seperti pedagang pasar .

Selanjutnya tahap ke-3 bulan April 2021 hingga Maret 2022 dengan sasaran masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial dan ekonomi.

Sedangkan tahap ke-4 akan dilaksanakan bulan April 2021 hingga Maret 2022 dengan sasaran masyarakat dan pelaku ekonomi.

Pewarta: Putro Primanto
Editor: Dwi Purnawan