Angka Kemiskinan di Pacitan Naik 0,87 Persen Akibat Pandemi

oleh -Dibaca 805 kali
Kantor BPS Pacitan. (Foto: Istimewa)

Pacitanku.com, PACITAN – Angka kemiskinan di Kabupaten Pacitan mengalami kenaikan 0,87 persen, yakni pada 2019 sebanyak 13,67 persen menjadi 14,54 persen pada tahun 2020.

“Presentase penduduk miskin di kabupaten Pacitan pada tahun 2020 sebanyak 14,54 persen. Atau naik sebanyak 0,87 persen jika dibanding tahun 2019 yang sudah mencapai 13,67 persen,”kata Kepala Seksi  Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik (IPDS) Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pacitan Angga Erwina Bayu. Senin (11/1/2021) melalui layanan zoom.

Pria yang akrab disapa Angga ini menyampaikan paparan tersebut saat menjadi narasumber dalam webinar Gelatik 1 dengan tema ‘potret kesejahteraan masyarakat saat pandemi COVID-19’ di Kantor BPS Kabupaten Pacitan.

Berdasarkan data yang dihimpun dari BPS Kabupaten Pacitan, pada periode 2010-2020, tingkat kemiskinan di Kabupaten Pacitan mengalami penurunan, kecuali pada tahun 2013, tahun 2015 dan 2020 yang terjadi peningkatan.

Peningkatan angka kemiskinan pada tahun-tahun tersebut antara lain dipicu oleh kenaikan harga barang kebutuhan pokok sebagai akibat dari kenaikan harga bahan bakar minyak dan kondisi pandemi COVID-19.

Khusus satu tahun belakangan, jumlah penduduk miskin di Pacitan sejak Maret 2019 sampai dengan Maret 2020 bertambah sebanyak 4,96 ribu jiwa. Dimana pada tahun 2019 penduduk miskin di Pacitan berjumlah 75,86 ribu jiwa, dan bertambah menjadi 80,82 ribu jiwa pada tahun 2020.

“Di Kabupaten Pacitan saat pandemi ini, jumlah penduduk miskin tahun 2020 ini bertambah sekitar 4,96 ribu jiwa menjadi 80,82 ribu jika dibanding tahun 2019 jumlah penduduk miskin berjumlah 75,86 ribu,”kata dia.

Pandemi COVID-19 menjadi salah satu penyebab naiknya angka kemiskinan meski ada beberapa variabel lainnya yang membuat bertambahnya jumlah kemiskinan.

“Bagi yang ingin mengetahui korelasi dan hubungan kemiskinan dengan COVID-19 bisa nanti datang ke BPS untuk membedah dan eksplorasi bersama,”kata Angga.

Atas kondisi ini, Angga menyebut hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Pacitan dan jajarannya. “Tentu ini menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi pemerintah daerah dan jajarannya,”pungkasnya.

Pewarta: Putro Primanto
Editor: Dwi Purnawan