Relawan-Warga Kebonagung Kerja Bakti Membersihkan Sisa Banjir dan Material Longsor

oleh -1375 views
Pantau Lokasi. Kalak BPBD Pacitan Didik Alih Wibowo saat berada di lokasi air meluber di Kebonagung, Ahad (15/11/2020) sore. (Foto: Istimewa)

Pacitanku.com, KEBONAGUNG – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Didik Alih Wibowo mengatakan warga di Kecamatan Kebonagung melaksanakan kerja baktu pasca terjadinya banjir dan longsor yang terjadi pada Ahad (15/11/2020) kemarin.

Menurut Didik, sejak Senin (16/11/2020), relawan BPBD Pacitan, relawan kebencanaan dan masyarakat bahu membahu kerjasama kerja bakti membersihkan sisa banjir.

“Hari ini relawan, masyarakat dan petugas kerja bakti bersama, untuk bersih-bersih sisa banjir difokuskan di sekitaran Puskesmas Kebonagung,”ujarnya.

Selain di titik itu, Didik mengatakan kerja bakti juga dilakukan di daerah terdampak longsor di Desa Gembuk, Kecamatan Kebonagung.”Kerja bakti juga kita fokuskan di lokasi longsor di desa Gembuk,”pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya di Pacitanku.com, hujan deras yang mengguyur Kecamatan Kebonagung pada Ahad (15/11/2020) kemarin menyebabkan sejumlah kejadian bencana alam.

Berdasarkan pantauan, setidaknya enam desa di Kecamatan Kebonagung terdampak bencana alam banjir dan tanah longsor tersebut. Desa yang terdampak diantaranya Desa Gembuk, Desa Kebonagung, Desa Banjarjo, Desa Karangnongko, Desa Sidomulyo dan Desa Purwoasri.

Di Desa Gembuk, tanah longsor mengakibatkan rumah satu warga, yakni Suranto rusak parah diterjang material longsor. Sementara, satu kendaraan rusak terkena longsor.

Akibat tanah longsor itu, sebanyak 17 keluarga (KK) diungsikan pada Ahad malam di balai desa Gembuk dan rumah saudaranya untuk mengantisipasi adanya kejadian tanah longsor.

Di Desa Banjarjo Kebonagung, juga terjadi banjir yang menggenangi rumah dan persawahan serta satu jembatan yang menghubungkan Banjarjo-Punjung putus, sehingga akses warga Desa Banjarjo terputus.

Peristiwa meluapnya sungai pada Ahad sore itu terjadi di Sungai Jelok (Orde 2) dan Sungai Banjarjo, Sungai Gunungcilik, Sungai Jambon dan Sungai Sampang (Orde 3) dimana ke-5 sungai itu merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Grindulu.

Selain curah hujan yang tinggi di hulu sungai Grindulu, penyebab banjir itu juga diduga karena adanya luapan melampaui tanggul dan parapet sungai jelok di Desa Sukoharjo, Desa kayen, dan Desa Purwoasri, sehingga kapasitas sungai tidak mampu menampung debit banjir. Penyebab lain juga dikarenakan terjadi pendangkalan atau sedimentasi.

Kemudian, adanya backwater dari sungai orde 3 yang tidak bisa masuk ke sungai jelok dan beberapa pintu air tidak berfungsi dengan baik (rusak) di Desa Banjarjo dan Desa Purwoasri Kebonagung serta Desa Kayen Pacitan juga turut menjadi penyebab peristiwa itu.

Bupati Pacitan Indartato juga sudah terjun langsung ke lokasi dan meminta segera ada penanganan kedaruratan. Terutama, menyangkut kebutuhan warga terdampak. Baik saat dipengungsian maupun saat kembali ke rumah. Dalam kesempatan tersebut bupati menyerahkan bantuan paket sembako, selimut dan alas tidur kepada warga terdampak.

Pewarta: Putro Primanto
Editor: Dwi Purnawan

Video Curah Hujan Tinggi, Sejumlah Titik di Kebonagung Diterjang Longsor dan Banjir