Pemkab Pacitan Siapkan Sejumlah Langkah Terkait Riset ITB Adanya Potensi Tsunami di Pantai Selatan Jatim

oleh -13423 views
Indartato saat ditemui media di Pendopo Pacitan, Jumat (25/9/2020). (Foto: Sulthan Salahuddin/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Tim Riset Institut Teknologi Bandung (ITB) menyampaikan peringatan akan kemungkinannya terjadi potensi tsunami. Tsunami diperkirakan terjadi di sepanjang pantai selatan Jawa Barat dan Jawa Timur.

Riset ITB juga menjelaskan tinggi tsunami dapat mencapai 20 meter di pantai selatan Jawa Barat dan 12 meter di selatan Jawa Timur, dengan tinggi maksimum rata-rata 4,5 meter di sepanjang pantai selatan Jawa jika terjadi secara bersamaan.

Riset tersebut berdasarkan hasil pengolahan data gempa yang tercatat oleh stasiun pengamat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan data Global Positioning System (GPS).

Pasca keluarnya riset ITB soal potensi tsunami di sepanjang pantai selatan Jawa Timur, Bupati Pacitan Indartato menyampaikan sejumlah hal.

Hal itu terkait masuknya Kabupaten Pacitan ke dalam 9 kabupaten/kota di Jatim yang berpotensi tsunami. Menurut data BPBD Jawa Timur, ke-9 daerah tersebut adalah Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Kabupaten dan Kota Blitar, Kabupaten Malang, Lumajang, Jember dan Banyuwangi.

Terkait hal itu,Indartato berharap hal itu tidak terjadi, tetapi pihaknya juga terus menginformasikan kepada masyarakat terkait hal itu.

“Jadi prinsipnya Pemda menginformasikan kepada seluruh masyarakat supaya siap siaga, mudah-mudahan tidak terjadi tapi minimal antisipasi pemberitahuan kepada seluruh masyarakat, dan nanti kita akan adakan surat edaran, tapi kita tetap hati-hati mudah-mudahan tidak terjadi,”kata Indartato, Jumat (26/9/2020) saat ditemui di Pendopo Kabupaten.

Selain itu, Indartato juga mengatakan pihak Pemkab, dalam hal ini BPBD, terus menggalang kerjasama dengan unsur pemerintahan dibawahnya, seperti di tingkat Kecamatan.

“Kerjasama dengan kecamatannya, yang harapannya kecamatan bisa membantu kegiatan kaitannya dengan kebenacaan alam, baik utamanya kebencanaa, semua bencana alam, baik kesehatan, ekonomi, fisik dan utamanya gempa yang tidak pernah kita tahu,”jelas Indartato.

Terkait penyiapan sarana dan prasarana, Indartato mengatakan titik evakuasi hingga fasilitas pendukung hingga early warning system (EWS) juga sudah ada. “Ada, setiap saat dibenerin,”tandasnya.

Di akhir, Indartato juga berharap masyarakat Pacitan untuk berhati-hati dengan selalu mengantisipasi.

“Saya mengajak kepada seluruh warga, mari berhati-hati, dan selalu mengantisipasi, semoga tidak terjadi hal-hal yag tidak kita ingingkan,namun doa kami bersama hal ini tidak terjadi di Pacitan maupun di Indonesia pada umumnya,”pungkasnya.

Pewarta: Sulthan Salahuddin
Editor: Dwi Purnawan

Video Blak-Blakan BPBD Part #1: Pacitan Pernah Dilanda Gempa dan Gelombang Tinggi? Bagaimana Mitigasinya?