BPBD: Dua Korban Laka Laut di Desa Watukarung Ditemukan Meninggal Dunia

oleh -13206 views
Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Didik Alih Wibowo. (Foto: Sulthan Salahuddin/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan memastikan dua korban kecelakaan laut di spot pemancingan bukit Langitan, Desa Watukarung, Kecamatan Pringkuku berhasil ditemukan.

Dua korban terseret gelombang perairan pada Rabu (16/9/2020) malam tersebut berhasil ditemukan Tim SAR gabungan dan nelayan setempat dalam keadaan meninggal dunia.

Kedua korban tersebut, satu diantaranya bernama Ahmad Fauzan. Ia merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Kesehatan dan bertugas sebagai perawat di Puskesmas Pembantu, Desa Bomo, Kecamatan Punung.

Sedangkan satu korban lainnya, yaitu Wawan Setyawan, warga Dusun Kebon, Desa Punung, Kecamatan Punung dan bekerja sebagai karyawan salah satu koperasi simpan pinjam.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Didik Alih Wibowo, sebelumnya Pokmaswas, nelayan dan tim SAR menemukan korban atas nama Ahmad Fauzan, di seputaran Pantai Srau, Desa Candi, Kecamatan Pringkuku, pada Kamis (17/9/2020) pagi.

“Saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,”katanya, Kamis (17/9/2020) sore.

Korban meninggal dunia Ahmad Fauzan sudah dibawa ke rumah duka di Desa Janti Kecamatan Pringkuku setelah sebelumnya dibawa ke Puskesmas.

Kemudian pada sore harinya, sekitar pukul 15.30 WIB, menyusul korban atas nama Wawan Setyawan berhasil ditemukan oleh tim pencari dan nelayan.

Posisi penemuan mayat korban, tak jauh dari lokasi korban Ahmad Fauzan ditemukan. Hanya waktunya berselang cukup lama.

“Korban langsung dievakuasi menuju Puskesmas Candi guna dilakukan visum at repertum. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Didik mengingatkan agar masyarakat lebih waspada dan berhati-hati saat berada ditepian pantai. Mengingat gelombang pasang masih saja berlangsung sewaktu-waktu.

“Lebih baik jauhi kawasan pantai, mengingat gelombang pasang sewaktu-waktu bisa berlangsung,”pesannya.

Sebagai informasi, peristiwa laka laut berujung maut tersebut terjadi pada Rabu (16/9/2020) malam sekitar pukul 20.30 WIB.

Berdasarkan penuturan saksi sekaligus korban selamat, Hadi Widodo, warga RT/RW 02/16, Dusun Pakis, Desa Punung, Kecamatan Punung dalam laporanya kepada pihak kepolisian, peristiwa nahas yang menimpa dirinya dan kedua temannya tersebut terjadi pada Rabu malam.

Hadi Widodo menuturkan, berawal saat Rabu sore, sekitar pukul 18.30 WIB dirinya datang ke lokasi pemancingan. Hadi Widodo datang ke lokasi pemancingan bersama Wawan Setyawan di daerah Langitan, Dusun Gumulharjo, Desa Watukarung, Kecamatan Pringkuku.

Sementara Ahmad Fauzan sudah berada di lokasi pemancingan sebelum Wawan dan Hadi Widodo datang ke lokasi.

Jarak lokasi ketiga orang tersebut, yakni Hadi Widodo dengan Wawan Setyawan sekitar 5 meter, kemudian jarak Wawan Setyawan dengan Ahmad Fauzan sekitar 2 meter.

Saat sedang asyik memancing, datang gelombang besar dan menabrak kearah ketiganya sekitar pukul 20.30 WIB. Hadi Widodo sempat memegang batu dan tidak sampai terseret ombak. Jarak antara laut dan tempat memancing sekira 7 meter jarak ketinggian tebing.

Saat Widodo sadar kedua rekannya sudah tidak ada di tempat, dia berusaha mencari kedua temannya tetapi tidak ditemukan. Kemudian terdengar suara minta tolong dari arah tengah laut. Hadi Widodo kemudian lari ke permukian warga untuk mencari pertolongan ke warga sekitar lokasi.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan