Gagarin Ajak Masyarakat Syukuri Nikmat Kemerdekaan, Jangan Lelah Terus Berjuang

oleh -13139 views
Gagarin. (Foto: IST)

Pacitanku.com, PACITAN –  Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Pacitan, Gagarin sampaikan ucapan HUT Kemerdekaan RI ke 75, Tahun 2020.

“Genap sudah 75 tahun Indonesia merdeka, tapi jangan terlena. Tugas kita sebagai bangsa masih banyak. Menjadi bangsa yang besar adalah bukan persoalan gampang,”kata Gagarin, Senin (17/8/2020).

Dia mengatakan, ada cita-cita dan harapan luhur yang harus dijaga. Meskipun untuk mewujudkan harapan tersebut banyak aral dan rintangan yang harus dihadapi.

“Jangan lelah berjuang, estafet perjuangan masih berlanjut, merah putih harus tetap berkibar,”jelasnya.

Lebih lanjut, bakal calon bupati Pacitan ini mengatakan, Indonesia maju, menjadi tema besar di HUT RI ke-75. Indonesia maju merupakan representasi dari Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kemerdekaan adalah pintu gerbang dan jembatan emas bagi pembangunan Indonesia seutuhnya. Menuju masyarakat yang adil dan makmur.

“Kemerdekaan yang kita proklamirkan tahun 1945 itu bukanlah tujuan akhir dari perjuangan bangsa Indonesia. Perjuangan belumlah selesai. Sebab tujuan akhir kemerdekaan kita adalah kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,”ujar dia.

“Kemerdekaan yang kita rasakan hari ini adalah berkat rahmat Allah SWT, Tuhan yang maha esa, dan perjuangan para pahlawan yang rela mengorbankan harta dan nyawa,”imbuh politikus Golkar yang duduk sebagai pimpinan DPRD Pacitan ini.

Untuk itu Gagarin mengajak kesemua elemen bangsa bahwa syukur itu wajib hukumnya, atas semua anugerah ini.

“Yang pertama kepada Allah SWT. Kedua, bersyukur dengan mewujudkan kemerdekaan sebaik-baiknya dan berupaya untuk menjaga rasa syukur itu dengan mengingat jasa para pahlawan. Caranya, tidak lain dengan mendoakan yang telah gugur mendahului kita. Jadikan bahu-bahu anda menjadi kokoh bak baja. Karena banyak saudara-saudara kita yang masih memerlukan tempat untuk bersandar,” pesannya.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan