BPBD Pacitan Siapkan Keluarga Tangguh Bencana Sebagai Langkah Mitigasi

oleh -13222 views
SIAP PANEN. Kepala Sie Pencegahan dan Kesiapsiagaan Pacitan BPBD Pacitan Diannita Agustinawati (berjilbab hitam) saat mengikuti kongres memanen air hujan di DI Yogyakarta. (Foto: dokumen pribadi Diannita)

Pacitanku.com, PACITAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan tengah menyiapkan keluarga tangguh bencana sebagai salah satu langkah mitigasi menghadapi bencana alam di Pacitan.

“7 kecamatan di kabupaten Pacitan memiliki potensi berdampak saat ada tsunami maupun gempa bumi, Oleh karenanya tetap patuhi jargo 20 20 20, yang artinya kita merasakan gempa 20 detik terdapat waktu 20 menit untuk menuju tempat 20 meter,”kata Kepala sie pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Pacitan Dianita Agustinawati saat ditemui Pacitanku.com, baru-baru ini.

Sebaga langkah mitigasi, Dian mengatakan pihaknya menyiapkan keluarga tangguh bencana. Menurutnya, keluarga tangguh bencana itu diharapkan nantinya setiap keluarga di Pacitan nantinya menjadi keluarga yang tangguh saat bencana terjadi.

“Kita tentu mengharapkan ini dapat di pahami setiap keluarga. Dan kemudian setiap keluarga memiliki tas siaga bencana,”ujarnya.

Tas siaga bencana tersebut, kata Dian, nanti isinya surat-surat penting, makanan ringan, baju, air minum, dan P3K serta peluit. Selain itu juga di saat pandemi coronavirus disease 2019 (COVID-19) seperti saat ini, juga diperlukan tambahan dengan handsanitizer, masker, dan tisu.

“Hal ini biasanya kami sebut dengan keluarga tangguh bencana. Peran perempuan juga sangat penting dalam membangun keluarga tangguh bencana,”tandasnya.

Dian mengatakan bahwa potensi gempa di Pacitan memang besar, namun apabila risiko gempa dapat diminimalisir maka gempa sama keadaan seperti biasa.

“Ini yang harus kita siapkan karena  menyadari bahwa ada potensi gempa di kabupaten Pacitan, harapannya tentu keluarga-keluarga di Pacitan dapat bersiap dan memahami akan adanya potensi gempa di Kabupaten Pacitan,”pungkasnya.

Pewarta: Putro Primanto
Editor: Dwi Purnawan