Satu Petugas Medis Positif Corona Sebelumnya Lakukan RDT Badan Adhoc, Jubir GTPP: Tidak Perlu Dicemaskan

oleh -13228 views
Jubir tim komunikasi publik GTPP COVID-19 Pacitan Rachmad Dwiyanto saat konferensi pers, Selasa (7/7/2020). (Foto: Sulthan Salahuddin/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Juru bicara tim komunikasi publik gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) coronavirus disease 2019 (COVID-19) Pemkab Pacitan Rachmad Dwiyanto meminta masyarakat tidak panik terkait ditetapkannya seorang tenaga medis positif COVID-19.

Tenaga medis tersebut, sebelumnya melakukan kegiatan rapid diagnostic test (RDT) terhadap badan adhoc KPU penyelenggara Pilbup di Kecamatan Ngadirojo.

Sedikitnya terekam sebanyak 237, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang ikut RDT. Beberapa hari berselang, satu petugas laboratorium dari rumah sakit akhirnya dinyatakan positif COVID-19 hasil swab.

Atas hal itu, Rachmad meminta gar masyarakat tidak panik dan cemas dengan kejadian tersebut.

Sebab sebagaimana informasi dan fakta yang ditemukan di lapangan, kelima petugas laboratorium yang melaksanakan RDT mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

“Jadi sepanjang peserta RDT dan petugas melengkapi APD lengkap, tidak perlu dicemaskan. Meskipun setelah kegiatan tersebut, satu petugas pelaksana RDT, dinyatakan positif COVID-19 hasil swab,”ujar Rachmad, Senin (13/7/2020).

Ia berpesan, agar masyarakat jangan berlebih-lebihan memaknai wabah COVID-19 ini. Meski diakuinya, virus SARS-CoV-2 memang penyakit berbahaya dan mematikan.

“Jauhi penyakitnya, namun jangan jauhi orangnya,”pesan pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika ini.

Sementara itu, Ketua KPU Pacitan, Sulis Styorini, menambahkan, kalau selama kegiatan RDT terhadap seluruh badan adhoc, berlangsung lancar tanpa ada kendala.

Kalaupun ada kejadian satu dari kelima petugas laboratorium, ada yang positif terinfeksi COVID-19, pihaknya malah tidak mendapatkan informasi. “Setahu kami, nggak ada masalah. Kegiatan RDT badan adhoc berjalan seusai yang diharapkan,” jelasnya.

Menurut Rini, saat ini KPU berkomitmen untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan di setiap tahapan.

“Sehingga dengan peristiwa itu, KPU tidak menjadikan masalah. Sebab semua kegiatan dilaksanakan dengan mengedepankan protokol kesehatan,” tandasnya.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan