Hari Prepekan, Satpol-PP dan Pengelola Pasar di Pacitan Tekankan Pemakaian Masker Bagi Pedagang dan Pembeli

oleh -13193 views
Sejumlah pedagang Pasar Minulyo Pacitan saat berjualan. (Foto: Dwi Purnawan/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN — Sehari jelang datangnya bulan suci Ramadhan 1441 Hijriyah, Tahun 2020 Masehi, aktifitas masyarakat di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Pacitan, diprediksi bakal mengalami peningkatan. Pasalnya, hari tersebut jamak diistilahkan sebagai hari perpekan.

Baik pedagang maupun masyarakat pembeli, akan tumpah ruah di dalam pasar. Hal inilah yang harus menjadikan perhatian Pemkab Pacitan, utamanya satuan tugas percepatan penanganan coronavirus disease 2019 (COVID-19), untuk sebisa mungkin memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap melakukan jaga jarak fisik (physical distancing) ketika datang ke pasar untuk berbelanja kebutuhan jelang bulan Ramadhan.

Juru bicara percepatan penanganan COVID-19 Pemkab Pacitan, Rachmad Dwiyanto mengatakan, satuan tugas telah menginstruksikan kepada pengelola pasar dan Satpol-PP, agar memberikan imbauan dan penekanan kepada pedagang serta pembeli untuk selalu menggunakan masker. Ini sebagai salah satu langkah, untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

“Jangan sampai lengah. Pengelola pasar dan juga Satpol-PP kami instruksikan untuk memberikan imbauan kepada pedagang pasar dan pembeli, agar selalu menggunakan masker,” kata Rachmad menyampaikan salah satu poin keputusan rapat koordinasi satuan tugas terkait antisipasi membludaknya pengunjung pasar saat H-1 Ramadhan, Kamis (23/4).

Selain wajib memakai maske, pihaknya juga mewanti-wanti agar para pedagang maupun pembeli, selalu menjaga jarak fisik (physical distancing) saat melakukan interaksi di pasar.

“Segera cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air mengalir, ketika setelah melakukan transaksi menggunakan uang kertas ataupun uang logam,” pesan Rachmad.

Selain itu, para pembeli diharapkan juga jangan berlama-lama berkerumun di dalam pasar. Sebab hal tersebut bisa memicu penyebaran virus SARS-CoV-2.

“Kami imbau untuk tetap waspada. Jangan berkerumun (social distancing) terlalu lama ketika masuk di kawasan pasar,” tandasnya.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan