Plt Kadinkes Pacitan: Berjemur Merupakan Pengobatan Palsu Atasi COVID-19

oleh -13560 views
Plt Kadinkes Pacitan Trihariadi Hendra Purwaka. (Foto: Yuniardi Sutondo)

Pacitanku.com, PACITAN — Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, Trihariadi Hendra Purwaka, meminta agar masyarakat tidak terbawa mitos, yang sejatinya itu bisa menyesatkan.

Perlu dipahami, sejak merebak pada bulan Desember lalu di Wuhan, China, virus corona, covid-19, telah menelan ribuan korban jiwa. Berangkat dari persoalan tersebut, akhirnya muncul berbagai mitos mengenai cara ataupun metode dan bahan yang bisa menghentikan infeksi virus mematikan tersebut.

Salah satunya yakni berjemur di bawah sinar matahari. Aktivitas ini diyakini dapat mematikan virus corona di dalam tubuh. Mitos tersebut mungkin punya alasan, bahwa virus tidak bisa bertahan pada temperatur yang tinggi. Meski hal itu tidak terbantahkan, tidak ada riset spesifik strategi tersebut efektif pada COVID-19.

Terkait hal itu, dokter yang akrab disapa Hendra ini meminta agar masyarakat tidak perlu mempercayai hal yang tidak benar. Seperti berjemur di bawah matahari tersebut. Demikian pula penggunaan lampu UV pada kulit juga tidak dianjurkan. Selain tidak ada gunanya, ada kemungkinan risiko kulit terbakar.

“Berjemur di bawah matahari bisa dibilang pengobatan palsu terkait virus corona yang telah dipatahkan WHO. Mitos lainnya adalah konsumsi bawang putih dan minum air setiap 15 menit. Ini juga tidak bisa diyakini kebenarannya,” kata Hendra, melalui ponselnya, Rabu (25/3).

Yang lebih mendasar, tetap jaga stamina tubuh, dengan olahraga teratur, istirahat cukup dan jangan terlalu lapar atau haus. Selain itu, jaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta sesering mungkin melakukan cuci tangan pakai sabun (CTPS).

“Kalau mengalami gejala seperti demam, batuk kering, napas pendek dan kelelahan, kami anjurkan untuk segera menghubungi pihak medis terdekat sembari melakukan tindakan isolasi diri,ā€¯pungkasnya.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan