Plt Kadinkes: Pacitan Aman Dikunjungi

oleh -13352 views
Plt Kepala Dinas Kesehatan T Hendra Purwaka. (Foto: Yuniardi Sutondo)

Pacitanku.com, PACITAN – Iklim tropis di Indonesia, merupakan buah keberkahan bagi masyarakat untuk bisa terhindar dari serangan virus Corona (covid-19). Sebab, virus covid-19, bakal mati ketika terkena sinar matahari dalam kurun waktu tertentu.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, Hendra Purwaka mengatakan, masyarakat jangan salah tafsir kalau Covid-19 akan lebih berkembang biak pada saat musim dingin.

“Ini anggapan keliru. Jadi karakter virus corona (covid-19) ini, tidak tahan terhadap panas. Bukannya akan berkembang disaat udara dingin. Kebetulan sekali Indonesia ini kan memiliki iklim tropis, sehingga kecil kemungkinan covid-19 akan bisa masuk di negara dengan iklim tropis seperti Indonesia ini,” terang Hendra Purwaka, Jumat (6/3/2020).

Namun begitu, dia tetap mengimbau masyarakat waspada. Terutama dengan kedatangan orang asing dari manca negara, utamanya dari Wuhan, Tiongkok.

“Kalaupun ada orang terpapar Covid-19, lantas mereka batuk atau bersin misalnya, dalam waktu 2-3 jam virus tersebut akan mati terkena panas matahari,” jelasnya.

Untuk Pacitan sendiri, lanjut dia, dimungkinkan masih sangat aman. Karena itu, para wisatawan tidak usah panik untuk berkunjung ke Pacitan.

“Sampai saat ini belum ditemukan pasien suspect covid-19. Sehingga Insyaallah Pacitan aman untuk dikunjungi. Meskipun kita harus tetap waspada untuk selalu menjaga pola hidup sehat agar bisa terhindar dari segala macam penyakit. Tidak terkecuali covid-19 ini,” jlentrehnya.

Pada kesempatan yang sama, pria yang juga masih menjabat sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini menegaskan, pemerintah akan memberikan jaminan bagi penderita coronavirus.

“Kalau seandainya ditemukan pasien suspect covid-19, memang seluruh pembiayaan ditanggung pemerintah. Apalagi saat ini rumah sakit sudah mempersiapkan ruang isolasi, tim medis, obat-obatan dan juga peralatan yang ada. Begitupun rumah sakit rujukan juga telah disiapkan, yakni di rumah sakit umum provinsi, dr Soedono, Madiun,” pungkasnya.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Penyunting: Dwi Purnawan