HG Soedibyo Tantang Achmad Sunhaji untuk Seminar Tentang Pancasila

oleh -13302 views
Mantan Bupati Pacitan, HG Soedibyo (Foto: Istimewa)

Pacitanku.com, PACITAN – Mantan Bupati Pacitan, HG Soedibyo, sangat tidak sependapat atas pendapat yang pernah dilontarkan mantan politikus Partai Golkar, Achmad Sunhaji, yang menyatakan kalau Pancasila bukanlah sebagai dasar negara melainkan sebagai pandangan hidup.

Soedibyo yang juga mantan politikus gaek dari Partai Golkar ini mengajak Sunhaji untuk melakukan debat terbuka yang diwadahi dalam forum seminar.

“Ayo kita buka seminar saja tentang Pancasila. Saya siap hadir, untuk ikut mewarnai dan berdebat tentang apa Pancasila itu,” kata Soedibyo, saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Sabtu (29/2).

Menurut Soedibyo, tak salah memang kalau Pancasila itu dijadikan sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara. Dari situlah terangkum arah kehidupan bangsa yang dijadikan sebagai dasar dalam penyelenggaraan negara.

“Roh Pancasila ada di dalam pembukaan UUD 1945, yang dijabarkan didalam batang tubuh dan pasal-pasalnya. Kalaupun pernah dilakukan amandemen, itu dikarenakan ada pasal-pasal yang perlu disesuaikan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini,” bebernya.

Lebih lanjut, Soedibyo mengugkapkan, Pancasila merupakan benteng pertahanan bagi bangsa dan negara untuk menangkal masuknya paham liberalisme dan sosialis.

“Disitulah Pancasila dijadikan sebagai dasar negara. Sejak era Soekarno, Soeharto hingga saat ini, tidak ada yang bisa merubah Pancasila sebagai dasar negara. Sebab disitulah terangkum sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,” tandasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi secara terpisah, Achmad Sunhaji, menyatakan kesiapannya seandainya harus diselenggarakan seminar terbuka terkait Pancasila. Ia pun menyatakan, sangat memahami apa arti Pancasila. Sebab dirinya mengaku sering kali mengikuti penataran-penataran tentang pedoman, penghayatan dan pengamalan Pancasila (P4) kalau itu.

“Namanya orang berpendapat kan sah-sah saja. Negara melindungi warga negaranya untuk berpendapat. Untuk itu, saya siap seandainya hendak digelar seminar terbuka tentang Pancasila,” tukasnya.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Penyunting: Dwi Purnawan