Okupansi Hotel Melonjak Jelang Kunjungan SBY ke Pacitan

oleh -502 views
SBY saat memberikan sambutan dalam reuni alumni SMAN 271 Pacitan tahun 1968. (Foto: Arif Sasono/Humas Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN– Okupansi hotel di Pacitan, melonjak siginifikan beberapa hari menjelang kepulangan Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke kampung halaman.

Pantauan pewarta di lapangan, hampir semua kamar hotel ludes terbooking. Tak satupun kamar tersisa, mulai tanggal 20-23 Februari nanti.

“Memang hotel -hotel mulai tgl 19- 25  Februari mendatang telah banyak yang dipesan. Seperti hotel Srikandi sudah sejak 2 minggu lalu dipesan habis. Tamu- tamu ya kebanyakan adalah pejabat dan pengusaha yang hendak mengikuti acara peletakan batu pertama pembangunan museum dan galeri SBY – Ani, di ruas jalur lintas selatan (JLS), ” jelas Chrismilia, pengurus PHRI Pacitan, Rabu (19/2/2020).

Perlu diketahui, Presiden ke enam RI, SBY dijadwalkan mulai  20 hingga 23 Februari akan berkunjung ke Pacitan dalam rangka melakukan prosesi peletakan batu pertama pembangunan museum dan galeri SBY – ANY.

Agenda kedatangan SBY ini adalah acara keluarga. Sebab SBY bersama almarhum istrinya, Ani Yudhoyono, mempunyai keinginan untuk menyimpan semua barang pribadinya seperti souvenir-souvenir dari berbagai negara semasa bertugas sebagai Presiden RI ke-6, di sebuah tempat yaitu museum.

Sama seperti museum Purna Bhakti Pertiwi yang berada di taman mini Indonesia indah, dimana di dalam museum tersebut berisi berbagai macam barang pribadi peninggalan Presiden Soeharto.

Kepulangan SBY di kampung halaman ini ternyata menarik minat beberapa pejabat daerah ataupun nasional. Mereka bersama rombongan secara pribadi juga turut serta datang ke Pacitan.

“Penuhnya hotel karena tamu pejabat. Tidak berpengaruh kepada para wisatwan yang datang. Prosentasenya dari 10 jumlah yang datang, hanya 2 orang yang menginap, dan yang 8 lainnya sifatnya hanya berlibur satu hari lalu pulang.” imbuh chrismilia yang akrab disapa Cik Nonik ini.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Penyunting: Dwi Purnawan