Kontes Akik Pacitan di Hari Jadi ke-275 Diharapkan Angkat Kembali Potensi Batu Mulia

oleh -13829 views
Ilustrasi kontes akik di Pacitan. (Foto: Yuniardi Sutondo)

Pacitanku.com, PACITAN –Sudah sekian waktu, euforia batu akik meredup. Tak sedikit para perajin akik di Pacitan, gulung tikar lantaran barang dagangannya tak laku dijual.

Berbeda dari beberapa tahun sebelumnya. Batu akik memang sempat booming di awal Tahun 2013 lalu. Itu gara-gara kunjungan Presiden Amerika Serikat, Obama ke Indonesia dan mendapatkan cidera mata dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebuah cincin akik jenis Kalsidon.

Sontak saja, paska kedatangan orang nomor satu dari negara adikuasa itulah, batu akik sempat menjadi primadona dan menjadi penunjang perekonomian masyarakat Indonesia. Tak terkecuali di Pacitan.

Banyak perajin akik dadakan yang meraup omset hingga miliaran rupiah seiring euforia batu mulia tersebut. Namun saat ini, batu akik seakan menjadi barang tak bernilai. Hanya para kolektor tertentu, yang masih nguri-uri perhiasan yang jamak dipakai di jari manis tersebut sebagai cincin. Belakangan, masyarakat kembali beralih ke batu permata yang dianggapnya punya nilai investasi menjanjikan dari sekedar mengoleksi batu akik.

Berangkat dari sejarah indah dan kelam itulah, Pemkab Pacitan, seiring hari jadinya ke 275, mencoba menggeliatkan kembali batu akik dengan menggelar kontes akik secara terbuka dari semua jenis bebatuan.

“Agenda ini diharapkan akan bisa menjadi daya tarik lagi bagi masyarakat, untuk kembali mencintai batu akik yang juga menjadi salah satu ikon Pacitan,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pacitan, Rachmad Dwiyanto, Ahad (16/2).

Menurut Rachmad, batu akik memang menjadi salah satu andalan daya ungkit perekonomian masyarakat. Selain bisa menyerap tenaga kerja yang berdampak mengurangi pengangguran, dengan batu akik, masyarakat juga akan lebih berdaya.

“Meskipun saat ini memang sempat redup bahkan nyaris punah. Untuk itulah, kami berupaya menggiatkan kembali kerajinan batu akik dengan menggelar kontes. Diharapkan masyarakat akan kembali tertarik dengan akik, sehingga sektor kerajinan akik akan kembali bergairah. Tentu dari satu sektor ini, akan bisa menjadi komponen penyumbang pendapatan asli daerah (PAD),” pungkasnya.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Penyunting: Dwi Purnawan