Gelar Kontes Batu Akik, Geliat Pacitan Tumbuhkan Kebanggaan Produk Lokal Batu Mulia

oleh -131.048 views
Bahan Semijadi Akik Pacitan
Bahan Semijadi Akik Pacitan

Pacitanku.com, PACITAN – Sejumlah pegiat pariwisata, seni dan budaya menggelar kontes batu akik nasional. Kontes batu akik Piala Bupati ini akan digelar pada Jumat (21/2/2020) hingga Minggu (23/2/2020) mendatang dan bertepatan dengan Hari Jadi Pacitan ke-275 yang jatuh pada pekan yang sama.

Ketua panitia kontes akik bertajuk “Akik Reborn”, Chrismillia Natalia, saat berbincang dengan Pacitanku.com, Selasa (4/2/2020) di Pacitan mengatakan kegiatan ini memiliki tujuan utama untuk menumbuhkan kembali kebanggaan produk lokal asli Pacitan, yaitu batu akik atau batu mulia.

“Untuk pelaksanaanya akan diadakan di Hotel Srikandi, Jalan A Yani nomor 60 A, Pacitan pada Jumat (21/2/2020) hingga Minggu (23/2/2020), dimana akik reborn ini berhadiah total Rp18 juta yang terbagi dalam beberapa kelas, selain itu juga ini adalah piala bupati,”katanya.

Lebih lanjut, perempuan yang akrab disapa Cik Nonik ini mengatakan kontes akik ini memiliki tujuan, diantaranya adalah menggelorakan kembali potensi lokal akik yang dimiliki Pacitan.

“Kita ingin menggelorakan lagi, potensi lokal perakikan yang kita punya, secara di kancah nasional, kalsedon Pacitan itu mendapat tempat, kenapa kita ndak bangga dengan itu, batik itu bisa dengungkan kembali, harusnya batu akik bisa didengungkan lagi, dan menjadi perhatian juga bagi masyarakat nasional,”jelas Nonik.

Sehingga, Nonik mengharapkan dengan adanya agenda tersebut, akan memiliki efek atau dampak bagi para pekerja, penambang dan pengrajin batu akik di Pacitan.

“Maka diharapkan maka efeknya ini, para pekerja, penambang, pengrajin, yang bikin perhiasan dari situ itu terhidupi,”tandasnya.

Untuk kelas yang diikutkan dalam kontes, kata Nonik, ada kelas nasional, dimana batu yang dipamerkan batu yang dari pacitan, ada 500 kelas di kelas nasional.

Panitia kontes batu akik Reborn 2020

“Kita juga ingin mengangkat akik Pacitan ke kancah nasional, agar lebih punya kedudukan, kemudian yang kedua adalah kelas lokal, kebanyakan jenis kalsedon yang dilombakan, kemudian kelas ketiga, kelas jewelery, perhiasan, cincin sebagai perhiasan, kalung, liontin, bross, itu untuk kelas lokal, kita bangga memakai itu, itu bisa dipakai dan dinikmati semua kalangan, mbak-mbak bisa pakai itu dengan indah dan cantik,”ungkap Nonik.

Secara khusus, Nonik juga berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat juga turut mendorong akik ini agar bisa kembali popular.

“Harapan kami, bagaimana Pemkab bisa ikut mendorong, misalnya tiap hari apa pakai perhiasan akik, nek ada lomba-lomba apa gitu, misal kayak fashion batik dengan perhiasan akik. Disetiap lini bisa disusupkan untuk akik itu. Tentu intinya adalah menumbuhkan kebangaaan produk asli pacitan, yang mendampingi batik,”pungkasnya.