Jalan Ambles di Jalur Ponorogo-Pacitan Terus Diperbaiki, Siap Digunakan Mudik Lebaran

oleh
Titik ambles di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan yang terletak di Dusun Bukul, Desa Wates, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo terus diperbaiki. (Dok Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PONOROGO – Titik ambles di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan yang terletak di Dusun Bukul, Desa Wates, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo terus diperbaiki dan direncanakan bisa dilalui secara normal saat mudik Lebaran tahun 2019.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Jalan dan Jembatan Dinas PU dan Bina Marga Pemprov Jatim Wilayah Madiun, Marijatoel Kittijah saat dihubungi Pacitanku.com pada Kamis (16/5/2019) menuturkan jalan di Kilometer 227 ini siap dilalui mudik.“Rencana pengerjaan (jalur ambles) ini sekitar tanggal 22 Mei 2019 rencana sudah selesai,”kata dia.

Menurut perempuan yang akrab disapa Ketty ini, pengerjaan jembatan yang diprediksi rampung pekan depan tersebut membuat jalur tersebut bisa dilalui saat mudik Lebaran dengan lancar.

Pantauan Pacitanku.com, saat ini para pekerja dengan menyertakan alat berat terus melakukan perbaikan di sepanjang jalan ambles sepanjang 200 meter dengan kedalaman 50 centimeter hingga 1 meter. Sistem buka-tutup dari arah Pacitan maupun dari arah Ponorogo pun sengaja diberlakukan demi kelancaran arus lalu lintas.

Selain itu, Bronjong untuk menahan longsoran dari tebing juga dipasang oleh pekerja agar bisa menahan longsornya tebing jalan.

Kontur tanah yang ada di wilayah Kecamatan Slahung seperti di Desa Tugurejo, Desa Wates serta Desa Gemaharjo memang tanah gerak. Sehingga tak jarang jalan nasional tersebut sering ambles ketika musim penghujan tiba.

Sebuah warung milik warga juga tak luput dari amblesnya jalan utama Pacitan-Ponorogo yang terletak tak jauh dari perbatasan kedua Kabupaten tersebut.

Untuk diketahui, jalur tersebut ambles sejak akhir bulan Maret 2019 lalu. Diduga penyebab retak dan amblesnya jalan tersebut dikarenakan intensitas hujan yang cukup tinggi. Disisi lain, sekitar lokasi sering terjadi tanah ambles dan rawan longsor.

Pewarta: Dwi Purnawan