Melihat Panorama Curug Watu Senthe Petungsinarang

oleh

Pacitanku.com, PACITAN – Panorama dan keindahan alam Pacitan memang sangat indah. Salah satunya adalah panorama alam di Curug Watu Senthe yang terletak di Desa Petungsinarang, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan.

Air terjun tersebut di aliran pertemuan sungai yang berasal dari Desa Mujing Kecamatan Nawangan, Desa Ngunut dan Sungai Weru Theklok di Desa Petungsinarang Kecamatan Bandar.

Karena penasaran dengan hitsnya kawasan ini, kami menyempatkan diri mendatangi lokasi ini. Nah, lokasi ini bisa dilalui melalui kawasan pertigaan Grenjeng, Desa Gedangan Kecamatan Tegalombo. Dari arah tersebut ambil arah ke Kecamatan Bandar. Kira-kira tiga kilometer, berhenti di kawasan Ngrapah, dan dari sini petualangan dimulai.

Keindahan panorama alam Curug Watu Senthe, Petungsinarang. (Foto: Arif)

Kebetulan kami dibantu mas Arif, salah satu warga setempat untuk menuju ke Curug Watu Senthe. Dengan mengendarai sepeda motor, kami menuju ke Curug Senthe, melewati jalan setapak yang hanya bisa dilalui dengan sepeda motor. Kawasan ini belum dikelola oleh Pemerintah Desa (Pemdes) setempat. Namun sepertinya ada rencana pihak desa untuk dikelola untuk kawasan wisata desa

Kawasan Curug Senthe ini mendadak menjadi viral setelah keindahan panoramanya dibagikan warganet ke media sosial.

Dari berbagai media sosial yang dihimpun Pacitanku.com, sejumlah warganet begitu menikmati berada di kawasan curug ini. Mereka sekedar berfoto dengan latar belakang tebing yang indah, hingga menantang adrenalin dengan menceburkan diri ke sungai tersebut.

Curug atau air terjun yang terletak di perbatasan beberapa daerah ini, yakni Dusun Teklok, Mujing, Ketro, Dusun Krajan dan Dusun Ngunut ini menghadirkan pesona alam yang sangat indah.

Panorama itu adalah bebatuan di tebing-tebing curug yang tertata rapi, mirip seperti tumpukan belahan kayu bakar yang menjulang ke atas. Di berbagai titik di kawasan ini, bebatuan tersebut jika dilihat sekilas adalah kayu bakar yang ditata rapi. Itulah panorama Curug Senthe.

Kami penasaran, sebetulnya ini fenomena apakah, setelah coba googling, ternyata bisa jadi ini adalah fenomena dalam ilmu geologi yang dinamapak “kekar” atau “Joint.”

Menurut referensi tersebut, yang tentu saja perlu dibuktikan lebih lanjut, bebatuan di Curug Watu Senthe adalah jenis kekar pengerutan (srinkage joint) yaitu kekar yang disebabkan karena gaya pengerutan yang timbul karena pendinginan.

Dalam referensi tersebut, dimana pengertiannya mendekati fenomena bebatuan di Curug Watu Senthe, Kekar kolom yang terjadi pada batuan beku, pada umumnya terjadi akibat adanya intrusi dangkal bentuknya adalah seperti pilar-pilar berbentuk segi empat atau segi enam.

Nah, bagaimana dulur, tertarik melhat fenomena batu pilar di Curug Watu Senthe?