Cerita Sedih Dua Santri Asal Pacitan Meninggal Dunia Akibat Laka Sungai

oleh -13905 views

Pacitanku.com, PACITAN – Peristiwa memilukan terjadi dan menimpa empat santri Pondok Pesantren Hudatul Muna Ponorogo yang menjadi korban kecelakaan sungai di Tempuran yang terletak di Kelurahan Brotonegaran, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo pada Senin (14/1/2019).

Empat santri tersebut dinyatakan meninggal dunia setelah ditemukan oleh tim “Search And Rerscue” (SAR). Dua diantara empat korban tersebut adalah warga Pacitan, yakni Miftahhul Huda (14) warga Dukuh Tawang, RT/RW 001/007, Desa Wonodadi Kulon, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan dan Bambang Irawan (16) warga Dukuh Watuteklok, RT/RW 001/011, Desa Petungsinarang, Kecamatan Bandar.

Kedua santri tersebut tenggelam dengan dua temannya yakni Ahmad Qoirul Huda (14), warga  Dukuh Genuk, RT/RW 006/007, Desa Senepo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo dan Ahmad Ansori (15), warga Jalan Pancawala 1 RT/RW 042/009, Kelurahan Oro Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. Sementara satu santri yang ikut mandi dan selamat atas nama Muchtarullah Chabib (16), warga Gang Nanas, Bumi Wonorejo, Kabupaten Nabire, Papua.

Setelah dilakukan upaya pencarian, pada Selasa (15/1/2019) lalu sekitar pukul 17.15 WIB tim SAR menemukan dua jenazah santri atas nama Bambang Irawan(16) dan Ahmad Qoirul Huda (14) yang 

Tim SAR saat mengapung ke permukaan air sungai dalam kondisi berpelukan. Lokasi munculnya dua jenazah yang berpelukan itu berjarak sekitar empat meter dari lokasi awal tenggelamnya korban.

Sebelumnya, Selasa (15/1/2019) siang pukul 11.00 WIB jenazah Ahmad Ansori (15), warga Kelurahan Oro-oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Jawa Timur, ditemukan juga tak jauh dari lokasi awal tenggelam. Sedangkan jenazah Miftahul Huda (14), warga Desa Wonodadi Kulon, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan, ditemukan Senin (14/1) sore.

Sebagaimana diberitakan, empat santri Pondok Pesantren Hudatul Muna Jenes Ponorogo tenggelam saat mandi dan bermain di sungai berjarak sekitar satu kilometer dari lingkungan pondok, Senin (14/1). Keempat santri tersebut adalah Miftahul Huda (14), Ahmad Ansori (15), Bambang Irawan(16) dan Ahmad Qoirul Huda (14).

Menurut Kabid Rehabilitasi BPBD Ponorogo, Setyo Budiono menuturkan  pihaknya menerima informasi dari masyarakat bahwa ada orang tenggelam di lokasi tersebut pada Senin siang. Semula ada lima santri yang mandi di sungai.

Baca juga: Dua Santri Ponpes Hudatul Muna Ponorogo Asal Pacitan Jadi Korban Tenggelam di Sungai

Awalnya Muhtarulloh bersama empat santri mandi di tempat yang dangkal. Namun kelima santri tersebut akhirnya masuk ke bagian sungai yang dalam.

Muchtarullah bersama dua santri yang lain berusaha menolong kedua temannya yang tidak bisa berenang dengan cara menyodorkan ranting kayu. Saat berusaha menolong dengan menggunakan kayu, tiba-tiba kayu terlepas dan dua santri lainnya ikut tenggelam.

“Saat mau naik ke darat salah satu korban meminta pertolongan kepada korban selamat namun setelah berusaha dua korban awal tidak dapat tertolong, dan yang mau menolong ikut tenggelam,”kata Budi, seperti dikutip Pacitanku.com dari Madiunraya.com.

Melihat keempat temannya sudah tenggelam, Muchtarullah berenang menuju tepi sungai untuk minta pertolongan. Selanjutnya, Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepolisian bersama warga sekitar berusaha melakukan pencarian jasad korban. (RAPP002)