Masyarakat Pacitan Kirab Adipura ke-14 dari Batas Kota Hingga Pendopo Kabupaten

oleh -131.137 views
Penyerahan adipura usai dikirab pada Selasa (15/1/2019). (Foto: SRW/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Tak kurang dari seribuan warga Pacitan merayakan prestasi Kabupaten Pacitan meraih Adipura ke-14 yang diraih kota itu dengan menggelar kirab pada Selasa (15/1/2019). Agenda tersebut semakin semarak dengan gelaran Marching Band.

Rangkaian kirab diawali dari Tugu Batas Dusun Glonggong Desa Belah, Kecamatan Donorojo dan prosesi serah terima Piala Adipura dimulai diawali penyerahan Piala Adipura dari Staf Ahli Bupati Pacitan kepada Wakil Bupati Pacitan.

Dari Donorojo, masyarakat setempat yang terdiri dari para ASN, Kepala Desa, dan para pelajar menyambut dengan semarak piala yang diperoleh Pacitan 11 kali berturut-turut tersebut

Selanjutnya, piala Adipura diarak menuju Pendopo Kabupaten dengan menempuh rute dari tugu batas Belag melewati Desa Sedeng kemudian melewati alun-alun Pacitan dan berakhir di Pendopo Kabupaten. Selanjutnya, rombongan piala Adipura tiba di tribun Alun alun Pacitan selanjutnya diterima Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pacitan Edi Junan Achmadi.

Setelah dari alun-alun, rombongan Piala Adipura diarak dengan berjalan kaki menuju ke Pendopo dan dilanjutkan prosesi penyerahan Piala Adipura Ke 14 Tahun 2018 dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup kepada Bupati Pacitan.

Baca juga: Selamat, Pacitan Raih Piala Adipura ke-14, 11 Kali Berturut-turut

Bupati Pacitan Indartato didampingi oleh jajaran Forkopimda dan pemimpin Ormas mengatakan, perolehan penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup tersebut sudah selayaknya menjadi pemacu semangat.”Tanpa dukungan masyarakat mustahil penghargaan ini bisa kita raih. Oleh karena itu saya menyampaikan terimakasih,”kata Indartato.

Indartato mengatakan ada beberapa nilai plus dalam manajemen kebersihan maupun penataan kota, seperti  Tempat Pengolahan Sampah dengan prinsip Reduce, Reuse, Recycle  (TPS3R).

Hal itu, kata dia, ditandai dengan berdirinya bank-bank sampah pada berbagai lokasi. “Selain itu juga peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Termasuk di perkantoran maupun sekolah-sekolah,” katanya.

Selama ini, lanjut Indartato, pemerintahan yang dipimpinnya memang menempatkan upaya pengelolaan lingkungan sebagai prioritas, salah satunya dengan pengelolaan Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) sampah sistem sanitary landfill.

Sistem ini digunakan karena pengoperasiannya merupakan termurah dari berbagai opsi yang ada, dapat menampung berbagai jenis sampah hingga mampu mengurangi polusi udara.

Pemerintah, kata dia, juga memberi perhatian pada kebersihan kawasan kota secara keseluruhan, seperti meliputi kebersihan jalan, saluran dan permukiman. Beberapa titik taman kota juga dibangun melengkapi taman lain yang sudah ada sebelumnya.

Selain itu, pemkab melalui dinas terkait juga serius memperhatikan kebersihan sekolah dan perkantoran. Beberapa lembaga pendidikan bahkan sudah berstatus Adiwiyata. Adapun di lembaga pemerintah, budaya bersih diharapkan menjadi budaya sekaligus contoh bagi masyarakat.

Untuk diketahui, sejak tahun 2008 hingga tahun 2018 telah berhasil mendapatkan Piala Adipura secara berturut-turut. Sebelum mendapatkan Piala Adipura ke 14 atau ke-11 kali berturut-turut, Pacitan sudah pernah mendapatkan Piala Adipura pada tahun 1995, 1996 dan 1997 yakni pada masa kepemimpinan Bupati Kol Inf (Purn) Sutjipto Hs. Sehingga total perolehan Piala Adipura di Pacitan hingga tahun 2019 ini adalah 14 piala.

Hadir dalam prosesi kirab tersebut Wakil Bupati Yudi Sumbogo, Sekretaris Daerah Suko Wiyono, Dandim 0801/Pacitan Letkol Kav Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang, Kapolres Pacitan AKBP Sugandi, Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono dan sejumlah pejabat lingkup Pemkab Pacitan. (SRW/RAPP002)