Pemprov Jatim Santuni Korban Meninggal Dunia Akibat Longsor Kebonagung

oleh -481 views
Proses evakuasi bencana tanah longsor yang menewaskan warga pada Sabtu (8/12/2018). (Foto: Dok relawan Banser Pacitan/Amrudin Nejad)

Pacitanku.com, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan menyantuni keluarga korban meninggal dunia akibat tertimbun material longsor yang menimpa pemukiman di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung,Kabupaten Pacitan pada Jumat (7/12) malam.

“Kami atas nama Pemprov dan Gubernur Jatim, Soekarwo mengucapkan turut duka cita kepada korban tanah longsor di Pacitan,” kata Kabiro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim, Aries Agung Paewai, ketika dikonfirmasi, di Surabaya, Sabtu (8/12/2018) dikutip Antara.

Pemprov Jatim, kata dia, menyantuni korban meninggal dunia sebesar Rp5 juta per orang sebagai bentuk ucapan belasungkawa dan berharap agar keluarga yang ditinggalkan tabah menerima cobaan tersebut. Identitas keempat korban yang masih satu keluarga itu yakni Misgiman (62), Sogirah (46), Bogiyem(72) dan Katminem (58).

Musibah banjir dan tanah longsor, kata dia, terjadi karena air sungai meluap akibat tidak mampu menampung debet air sehingga masuk kepemukiman warga di Desa Purwoasri, Desa Kayen dan Desa Kebonagung yang ketinggiannya mencapai 30-50 sentimeter.

Dampaknya, 236 jiwa mengungsi, masing-masing 217 orang dari Dusun Jelok, empat orang dari Dusun Wetih, tiga orang dari Dusun Krajan dan 12orang dari Dusun Jambu.

Menurut Aries, sesuai arahan Gubernur Jatim diperintahkan kepada Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Suban Wahyudiono ke lokasi bencana sekaligus mengirimkan bantuan kemanusiaan.

“Bantuan yang dikirim yakni 10 personel TRC, makanan siap saji 300 kaleng, 2.000 lembar glangsing, alat kebersihan, pakaian layak pakai, beras, mi instan dan beberapa perlengkapan lain yang mendukung proses penanganan,” katanya.

Di lokasi, lanjut dia, BPBD Pacitan menjadi komando upaya darurat bersama Babinsa, Babinkamtibmas, Tagana, Dinkes, Dinsos, MDMC, Banser dan potensi SAR untuk melakukan evakuasi warga terdampak bencana. (ANT)