Pagelaran Wayang Kulit 8 Dalang Semarakkan HUT KNPI ke-45 di Pacitan

oleh -Dibaca 3.023 kali
PARADE DALANG NUSANTARA. Sebanyak 8 dalang kondang nusantara memeriahkan wayang kulit HUT KNPI di Pacitan. (Foto: Wahyu Sapto Hartono)

Pacitanku.com, PACITAN – Pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan delapan dalang kondang tanah air menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ke-45 Tahun (23 Juli 1973 – 23 Juli 2018) pada Senin (23/7/2018) di alun-alun Kabupaten Pacitan bertajuk parade dalang muda nusantara.

Delapan dalang kondang yang tampil dalam pagelaran wayang kulit tersebut adalah Ki Cahyo Kuntadi, Ki Bagong Pujiono, Ki Fajar Arianto, Ki Nanang, Ki Karwadi Cipto Saryono, Ki Suharyono, Ki Dwi Handoko dan Ki Gendut Dalang Berijasah.

Tak hanya delapan dalang kondang, semarak HUT KNPI ke-45 tersebut juga disemarakkan dengan kirap wayang kulit terbesar sedunia. Salah satu ikon pewayangan, Semar berukuran raksasa menjadi pemandangan sekaligus hiburan masyarakat Pacitan.

Ketua DPD KNPI Pacitan Muhammad Rofiqin dalam sambutannya mengatakan bahwa di usia yang ke-45, KNPI berkomitmen untuk terus berkontribusi bagi Indonesia dengan menggelar berbagai kegiatan positif.

“Meski usia organisasi kita tidak muda lagi, itu tidak menjadi halangan untuk tetap berbuat positif untuk bangsa dan negara, dan pemuda di Pacitan untuk tetap bersatu dan memegang teguh ideologi negara,”kata pria yang akrab disapa Mamad ini.

Dia mengatakan bahwa potensi pemuda di Indonesia memiliki kekuatan yang luar biasa, sehingga KNPI diharapkan mampu mengangkat potensi dan kekuatan kaum muda di Indonesia.

“Pemuda Indonesia mampu mewujudkan Indonesia yang berkepribadian luhur, makmur dan sentosa, mengingat potensi pemuda Indonesia yang memiliki kekuatan yang luar biasa, maka KNPI ingin mengangkat kekuatan tersebut untuk dikerjasamakan dan disinergikan,”ujar pengusaha muda di bidang advertising ini.

Senada dengan Mamad, sesepuh KNPI Pacitan Gepeng Sudibyo mengapresiasi kegiatan positif KNPI yang mengangkat budaya Indonesia, dan KNPI yang bisa terus mewadahi aspirasi dan sebagai penerus bangsa.

“Jatuh bangun suatu bangsa tergantung kepada seluruh pemudanya untuk membangkitkan semangat membangun bangsa, dan kami ingat KNPI didirikan dijogja tahun 1973 para pemuda berkumpul di DI Yogyakarta untuk membentuk KNPI, dan sampai hari ini KNPI adalah satu-satunya wadah pembinaan pemuda diluar sekolah,”tandas mantan Bupati Pacitan ini.

Dalam kesempatan tersebut, juga digelar penyerahan piagam kepada seluruh dalang. Kemudian dilanjutkan penyerahan wayang kulit Gatot Kaca oleh perwakilan Pemkab Pacitan Wakil Bupati Yudi Sumbogo kepada Ki Dalang Cahyo Kuntadi. Usai penyerahan tersebut, pagelaran wayang kulit delapan dalang kondang dimulai hingga Selasa (24/7/2018) pagi.

Hadir dalam pagelaran tersebut Sekretaris Daerah Suko Wiyono, Kepala Kesbangpol Pacitan Suhariyanto, Kepala Dinas Pendidikan Sudaryono, Kepala Kantor Kementerian Agama Pacitan Moch Nurul Huda, Asisten Pemkab Pacitan Sakundoko.

Hadir juga bintang tamu dari Kota Surakarta Sukesi Rahayu, Danramil 0801/Pacitan Kapten Inf Arif Wahyu Jatmika dan sekitar 3000 masyarakat Pacitan yang memadati alun-alun Pacitan.

Pewarta: Wahyu Sapto Hartono
Penyunting: Dwi Purnawan

Live Streaming Pagelaran Wayang Kulit 8 Dalang