Warga Gedompol Berharap Pemerintah Bantu Pengembangan Wayang Beber

oleh -1.322 views

Pacitanku.com, DONOROJO – Warga Desa Gedompol, Kecamatan Donorojo berharap pemerintah setempat membantu pengembangan salah satu seni budaya khas yakni Wayang Beber menjadi ikon wisata yang bisa memajukan perekonomian warga.

Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Gedompol Kusno saat menerima kunjungan tilik warga yang dilakukan Bupati Pacitan Indartato ke Desa Gedompol pada Senin (14/5/2018) kemarin.

Baca juga: Wayang Beber Pacitan, Menggali Tata Nilai dan Usaha Revitalisasi

“Pemkab diharapkan ikut membantu pengembangannya, salah satu upaya pengembangan itu adalah dengan pembangunan sanggar. Dengan demikian maskot budaya tradisonal masyarakat itu tetap terjaga,”katanya.

Terlebih, kata dia, wayang beber telah mendunia sehingga menjadi kebanggan tersendiri bagi desa di bagian selatan Kecamatan Donorojo ini.

Baca juga: Wayang Beber Pacitan Jadi Warisan Budaya Nasional, Apa Penyebabnya?

Dalam upaya mewujudkan keinginan itu, sebagai rintisan, pihak desa telah mendesain batik khas. Perpaduan desain orisinal Kabupaten Pacitan dan wayang beber.

“Kita mulai dari perangkat-perangkat desa. Kami juga menghendaki wayang beber tetap di Karang Talun, Gedompol,” katanya lagi.

Terkait hal tersebut, Bupati Pacitan Indartato akan membantu pengembangan, apalagi orientasinya pada pengembangan pariwisata. Namun sebelumnya akan dilakukan kajian terlebih dahulu. Sehingga rencana kedepan akan lebih baik. “Kita akan bicarakan lebih dahulu terkait pendirian sanggar,” katanya.

Wayang beber ini sendiri merupakan kesenian khas Pacitan yang dilestarikan dari Dusun Karangtalun, Desa Gedompol, Donorojo.

Wayang ini dipegang oleh seseorang yang secara turun-temurun dipercaya memeliharanya dan tidak akan dipegang oleh orang dari keturunan yang berbeda karena mereka percaya bahwa itu sebuah amanat luhur yang harus dipelihara.  Selain di Pacitan, wayang beber juga ada di Dusun Gelaran Desa Bejiharjo, Karangmojo Gunungkidul.

Kesenian asli daerah Kabupaten Pacitan, wayang beber ditetapkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai warisan budaya nasional kategori budaya tak benda pada tahun 2015. (Humas Pemkab/RAPP002)