Material Longsor Slahung Dibersihkan, Jalur Ponorogo-Pacitan Berangsur Normal

oleh -131.971 views
Akses jalur Slahung Ponorogo bisa diakses kembali pasca longsor. (Foto: Dok BPBD Ponorogo)

Pacitanku.com, SLAHUNG – Jalur utama Ponorogo-Pacitan kembali berangsur normal pasca selesainya pembersihan sementara tanah longsor yang terjadi di di wilayah RT 01/RW 02 Dusun Krajan, Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponororogo pada Minggu (25/2/2018) kemarin.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, Setyo Budiono, saat dihubungi Pacitanku.com pada Senin (26/2/2018) sore menuturkan bahwa jalur tersebut bisa dilalui pada Senin sore sekitar pukul 17.30 WIB.

“Sekitar 10 menit yang lalu sudah bisa dilalui, tapi untuk berhati-hati karena masih ada sisa-sisa longsor yang belum selesai dibersihkan sehingga jalan licin,”katanya.

Sejumlah alat berat diturunkan untuk membersihkan material longsor yang berupa bongkahan batu besar. Berdasarkan pantauan, satu unit bus AKDP nampak sudah melewati jalur tersebut menuju ke arah Pacitan.

Baca juga: Material Longsor Slahung Dibersihkan, Jalur Ponorogo-Pacitan Berangsur Normal

Sebelumnya, tebing longsor tersebut menimbun badan jalan dan mengakibatkan jalur Ponorogo-Pacitan mengalami lumpuh total sejak Minggu (25/2) siang. Akibatnya, kendaraan roda enam keatas tidak bisa melalui jalur tersebut.

”Tebing longsor terjadi di jalan raya Ponorogo-Pacitan kilometer 225 (dari Surabaya) di Dusun Krajan, Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung sekitar pukul 11.45 WIB,” kata Budiono.

Budiono menyebutkan longsoran material berupa tanah dan batu-batu berukuran besar menutup badan jalan.“Material berupa tanah dan batu-batu besar dari tebing setinggi 10 meter menutup badan jalan sepanjang sekitar 80 meter. Sehingga kendaraan tidak bisa lewat,” jelas Budiono.

Untuk diketahui, tebing yang longsor tersebut merupakan lahan milik Perum Perhutani di petak 66 Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Guyangan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ponorogo Barat.

Pewarta/Penyunting: Dwi Purnawan