Lima Desa di Arjosari Terdampak Banjir, Puluhan Hektar Lahan Pertanian Rusak

oleh -103.071 views
Kondisi banjir Arjosari pada Kamis (28/1/2018) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. (Foto: Wahyu S)

Pacitanku.com, ARJOSARI – Bencana alam banjir kembali terjadi di sejumlah titik di Kecamatan Arjosari pada Kamis (25/1/2018). Akibatnya, setidaknya lima desa di Kecamatan tersebut terdampak banjir.

Komandan Rayon Militer 0801/03 Arjosari, Kapten (Arh) Handy Kurniawan dalam keterangannya Kamis mengatakan bahwa banjir yang terjadi pada Kamis (25/1/2018) sekitar pukul 01.00 WIB tersebut memiliki ketinggian bervariasi, antara 10 centimeter hingga 150 centimeter.

“Banjir merendam beberapa desa, pasar, dan puluhan hektar lahan pertanian serta menghambat Lalulintas di Kecamatan Arjosari, adapun desa di Arjosari yang terdampak banjir antara lain Gayuhan, Pagotan, Jatimalang, Mlati dan Tremas,”katanya.

Dia menuturkan bahwa penyebab banjir di kawasan tersebut berawal saat hujan deras disertai angin kencang pada Rabu (24/1/2018) siang. Sehingga, malam hari, Kamis dini hari karena diduga tidak mampu menampung debit air, menyebabkan anak sungai Grindulu jalur karang gede, meluap.

“Luapan tersebut menggenangi beberapa desa dan memutuskan arus lalulintas, serta sempat menimbulkan kepanikan warga, hingga saat ini kerugian masih dalam pendataan,”tandasnya.

Saat ini, kata Handy, jajaran Babinsa Ramil 0801/03 bersama Babinkamtibmas Satpol PP serta satlinmas dibantu masyarakat memasang tnda bahaya  serta mengatur arus lalulintas. “Kami juga membantu mengevakuasi barang-barang di pasar yang masih bisa di selamatkan,”pungkasnya.

Banjir tersebut juga mengakibatkan jembatan di Desa Gayuhan, Kecamatan Arjosari amblas dengan kondisi lubang menganga hampir separuh dari jembatan.

Jembatan di desa tersebut mengalami amblas setelah terjadi hujan lebat yang mengakibatkan banjir pada kurun waktu Rabu malam hingga kamis dini hari. Amblasnya jembatan tersebut menyebabkan lubang besar sampai setengah, kondisi aspal masih menggantung.

Akibatnya, kendaraan roda empat atau lebih dipastikan tidak bisa lewat. Sementara kendaraan roda dua bisa melewati dengan sangat hati-hati. Untuk sementara, jalur alternatif menuju ke Desa Karangrejo atau sebaliknya bisa melewati Dusun Gawang, Desa Sedayu.

Pewarta: Wahyu S
Penyunting: Dwi Purnawan