Mensos Tekankan Pentingnya Relawan untuk Bantu Atasi Bencana

oleh -132.033 views
Mensos memberangkatkan relawan dalam hari Kerelawananan Nasional. (Foto: Humas Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Menteri Sosial Khofifah Endar Parawansa memberangkatkan 1.000 relawan yang masuk tim Lintas Batas Kesetiakawanan Sosial (LBKS) dari pendopo Kabupaten Pacitan, Jum’at (8/12/2017). Tim selanjutnya akan menyusuri rute selatan untuk selanjutnya menuju Surabaya pada peringatan puncak Hari Kesetiakawanan Nasional tanggal 20 Desember nanti.

“Telah ada kebersamaan, kegotong royongan. Tekad kerelawanan ini perlu dijaga oleh sikap-sikap produktifitas dan energi positif kita bersama,”katanya.

Dia juga meminta agar semua elemen masyarakat dari lintas daerah, golongan, maupun agama untuk mendedikasikan energi positifnya bagi pelayanan kepada masyarakat. Ditandai dengan gerakan bersama-sama.

“Terima kasih atas tekad, ikhtiar, kebersamaan, dan kebersatuan para relawan. Selamat bertugas. Semoga kegotong royongan ini dapat kita jaga dan tingkatkan bersama,” pintanya.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menegaskan bahwa peran relawan sangat vital dalam setiap aksi penanggulangan bencana alam dan bencana sosial di Indonesia, baik tahap kesiapsiagaan maupun layanan saat dan pascabencana.

“Apresiasi dan hormat saya kepada para relawan yang telah mendedikasikan waktu dan tenaga serta jejaringnya dalam semua proses penanggulangan bencana,” katanya.

Ia mengingatkan kepada semua elemen LKBS maupun relawan terus menjaga solidaritas dan kesetiakawanan sosial. Mereka juga diminta aktif menebarkan semangat kesetiakawaanan dan solidaritas itu di lingkungan sekitar dan mengajak partisipasi masyarakat menjadi relawan-relawan di berbagai bidang.

Khofifah mengungkapkan solidaritas dan kesetiakawanan penting untuk membangun kesadaran publik mengenai pentingnya relawan mengatasi masalah-masalah sosial, termasuk yang ada dalam rangka pengembangan praktek kemanusiaan berbasis kerelawanan.

“Sejarah mencatat NKRI dijaga dan dikawal oleh para relawan. Indonesia berhasil meraih kemerdekaan atas peran relawan dimana rakyat bahu-membahu bersama seluruh komponen bangsa melawan penjajah. Semua bersatu padu dengan semangat kesetiakawanan sosial yang tinggi untuk satu tujuan, yakni kemerdekaan Indonesia. Setelah itu kerelawanan sangat penting untuk menjaga kemerdekaan yang telah kita raih,” ujar Khofifah.

Khofifah menjelaskan bahwa peringatan Hari Relawan Internasional yang kedua tahun ini dilaksanakan di Kabupaten Pacitan untuk mengapresiasi ribuan relawan yang tengah membantu warga Pacitan korban banjir dan longsor pada 28 November 2017.

Para relawan itu berasal dari berbagai daerah, institusi dan profesi. Mereka membersihkan sisa-sisa lumpur dan kotoran pascabanjir 29 November lalu, layanan kesehatan, air bersih, perlengkapan sekolah, dan lain-lain.

Relawan dari unsur Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kemensos bersama relawan dari berbagai unsur dan warga bahu-membahu membersihkan lumpur, kayu-kayu dan bebatuan yang masih menumpuk di rumah-rumah warga dan daerah terparah akibat banjir. Juga di pesantren, di antaranya Pondok Pesantren Termas, pesantren Al- Anwar, Desa Mlati, Ploso Kidul, Ploso Lor dan titik terdampak lainnya.

“Kegiatan ini merupakan dukungan relawan dari seluruh Indonesia untuk membantu meringankan beban paska bencana di Pacitan. Semoga yang kita lakukan dapat menjadi pengobat bagi masyarakat Pacitan agar segera pulih dan bangkit kembali,” ujar Khofifah.

Untuk itu, lanjut dia, secara khusus Mensos mengucapkan terima kasih kepada relawan yang sudah membaktikan dirinya membantu masyarakat terdampak. “Kami selalu menjaga jangan sampai terjadi demotivasi akibat musibah yang menimpa mereka,” katanya.

Secara khusus, Mensos juga mengucapkan terima kasih kepada relawan dari PBB yang aktif membantu penanganan kedaruratan bencana di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Pacitan.”Terima kasih pula kepada perwakilan United Nation Volunteers yang hadir di tengah-tengah para relawan Indonesia dan memberi semangat serta sapaannya,” kata Mensos.

Setelah diberangkatkan dengan kibaran bendera start, secara marathon tim LBKS akan menempuh perjalanan ratusan kilometer. Dari Kabupaten Pacitan menuju Kabupaten Ponorogo. Kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Trenggalek-Tulungagung-Blitar-Malang-Surabaya.  (RAPP002/Humas Pemkab)