Jalur Ponorogo-Pacitan Kembali Dibuka Pasca Longsor

oleh -132.517 views
Tim gabungan membersihkan jalur di perbatasan Pacitan-Ponorogo. (Foto: Djoko)

Pacitanku.com, SLAHUNG – Jalur Ponorogo-Pacitan kembali dibuka setelah ditutup akibat tertimbun tanah longsor di Desa Wates, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Selasa (28/11).

Kapolsek Slahung AKP Bambang Untoro, Rabu (29/11/2017) menuturkan reruntuhan tanah di lokasi longsor yang berada di wilayah Ponorogo sudah dibersihkan. Sehingga kendaraan roda dua dan roda empat dipastikan sudah dapat melintas di jalur tersebut pada Rabu.

“Tanah longsor yang berada di wilayah Kecamatan Slahung sudah bisa ditangani. Sehingga jalur sudah bisa dilewati kendaraan roda dua dan roda empat,” ujar Bambang.

Menurut Bambang, meskipun bus seharusnya sudah bisa melewati jalur yang sebelumnya tertimbun longsor, namun dia belum bisa memberikan keterangan apakah bus jurusan Ponorogo-Pacitan sudah bisa melewati jalur tersebut.

“Yang saya tahu hanya khusus tanah longsor yang terjadi di wilayah Slahung. Roda dua dan roda empat sejak siang sudah mulai bisa lewat,” kata Bambang.

Hujan deras mengakibatkan bencana tanah longsor terjadi di Desa Wates, sekitar 500 meter sebelum perbatasan Ponorogo-Pacitan. Tanah tebing milik Perum Perhutani sepanjang sekitar 40 meter dengan ketinggian sekitar 15 meter longsor menutup badan jalan.

Dua unit alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Timur melakukan pengerukan material mulai Rabu pagi hingga siang.

Lumpuhnya jalur tersebut bahkan mengakibatkan rombongan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Nganjuk, dan BPBD Kota Madiun serta tim Basarnas terjebak tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Pacitan. Semula tim BPBD dan Basarnas membawa sejumlah peralatan termasuk perahu karet akan ikut melakukan penanganan bencana banjir di Pacitan.

Jalur di Arjosari terancam putus

Kondisi jalur Gegeran, Arjosari yang tergerus air banjir.

Meski jalur Ponorogo menuju ke Pacitan sudah dibuka, namun perlu diwaspadai jalur sepanjang sekitar 100 meter di Desa Gegeran, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan.

Jalur tersebut nyaris hilang akibat tergerus aliran Sungai Grindulu yang sangat deras, Selasa (28/11/2017) malam. Jalan tersebut ada di pinggir Sungai Grindulu. Tidak hanya tanah penyangga jalan itu yang longsor, aspal jalan juga ikut hanyut. Sejumlah pengendara sepeda motor melintasi jalan tersebut secara perlahan