Fakta Menarik Wildan Pacitan, Anak Tukang Badut yang Jadi Anggota Paskibraka Nasional 2017

oleh
Wildan dan temannya, Fariza Putri Salsabila usai menjalankan tugas sebagai Paskibraka pada Kamis (17/8/2017) kemarin. (Foto: Aditya Eka Putra/Liputan6.com)
Wildan dan temannya, Fariza Putri Salsabila usai menjalankan tugas sebagai Paskibraka pada Kamis (17/8/2017) kemarin. (Foto: Aditya Eka Putra/Liputan6.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Muhammad Wildan Arsyad Muzakki, siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pacitan akhirnya tampil menjadi salah satu anggota Pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRAKA) tingkat nasional tahun 2017 di Halaman Istana Merdeka Jakarta, Kamis (17/8/2017) sore pada pukul 17.00 WIB kemarin yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Wildan yang masuk tim merah pada upacara penurunan bendera sang merah putih bertugas sebagai pemegang dan pengerek pada upacara penurunan bendera di Istana Merdeka.

Wildan yang bertugas sebagai pasukan penurunan bersama Muhammad Alfin Abbas dari SMAN 3 Gorontalo bertugas menjadi Komandan Kelompok dan Alfares Deo Simanungsong dari SMAN 4 Berau Kalimantan Timur sebagai pembentang bendera.

Tim Merah Paskibraka yang telah selesai melaksanakan tugasnya menurunkan bendera Merah Putih, selanjutnya, duplikat bendera pusaka akan dibawa dengan kereta kencana Ki Jaga Raksa untuk kembali disimpan di Monumen Nasional (Monas).




Tentu, upacara penurunan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/7/2017), menjadi momen yang sangat penting bagi Wildan. Siapa sebenarnya Wildan?

Anak Tukang Badut Sulap

Wildan bersama ayahnya, Burhan saat bersama Bupati Pacitan Indartato sebelum diberangkatkan ke Pusdiklat Paskibraka Nasional. (Foto: Suparman Maman)

Wildan sendiri adalah siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pacitan. Dia adalah putra seorang pemeran sulap dan badut, Muhammad Burhan.  Ayahnya adalah seorang tukang badut dan sulap di Pacitan. Namun siapa sangka, putra sulungnya tersebut memberinya kebahagiaan tersendiri, menjadi paskibraka nasional.

Dikisahkan, saat menjalani proses seleksi tingkat provinsi bulan Maret lalu, Wildan bersama temannya dari Pacitan, dinyatakan lolos dalam seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRAKA) tingkat Jawa Timur di Surabaya, yakni Wildan dan Nanda Putri Maharani dari SMAN 2 Pacitan.

Namun dalam seleksi tingkat nasional, Wildan yang lolos. Wildan bersama Fariza Putri Salsabila dari Kota Blitar mewakili Jatim menjadi anggota Paskibraka nasional 2017. Sementara Nanda Putri Maharani bertugas sebagai pembawa baki di upacara bendera di Gedung Grahadi Pemprov Jawa Timur, Kamis kemarin.

Persiapan Fisik dan Mental

Menpora RI Imam Nahrawi berswafoto dengan peserta calon Paskibraka HUTRI 72 di Wisma Soegondo Djojopoespito.

Wildan sendiri sudah melakukan berbagai persiapan, yang digelar di pelatihan Paskibraka 2017 di Cibubur, Jakarta.“Saya sudah mempersiapkan diri dengan baik karena menjadi Paskibraka Nasional tidak datang dua kali,”katanya.

Mulai 25 Juli lalu, Wildan mengikuti karantina untuk persiapan HUT RI di Istana Negara. Dia mengatakan bahwa paskibraka membutuhkan fisik dan mental yang kuat.

“Persiapan pertama pastinya adalah mental. Dengan adanya mental yang kuat, saya akan siap menghadapi apapun yang terjadi nanti di sana. Sedangkan fisik, sudah jelas, itu diperlukan karena banyak sekali menguras tenaga,” kata Wildan.

Salah satu jenis latihan yang disukainya adalah lari, karena membentuk daya tahan tubuh yang kuat. Wildan tak pernah mematok waktu khusus harus sesering apa dia berlari. Kalau sedang tidak ada kegiatan, Wildan yang memiliki tinggi 178 cm ini bisa berlari sebanyak dua sampai tiga kali sepekan.

Doa dan Apresiasi dari Pemkab dan Pemprov

Kontingen Paskibraka Pacitan sebelum seleksi tingkat Jatim. (Foto: Pemkab Pacitan)

Sebelum lolos ke tingkat nasional, Pemkab Pacitan sendiri mengirimkan 10 calon Paskibraka ke tingkat Jatim. Dalam pesannya kepada para Paskibraka kontingen dari Pacitan, Bupati Indartato mengatakan agar para peserta semangat menjalani proses tersebut.

Apalagi, kata Indartato, proses seleksi bakal berlangsung dengan tidak mudah karena mereka bakal bersaing dengan kontingen dari Kota/Kabupaten lain di Jawa Timur.”Tetap semangat, meski dengan keterbatasan yang kita miliki,”kata Indartato saat memberikan sambutan jelang seleksi tingkat Provinsi, beberapa waktu lalu.

Bupati juga mengingatkan untuk tidak lupa berdoa dalam rangka meraih hasil terbaik.”Jangan lupa tetap berdoa untuk masa depan yang lebih baik,”katanya.




Sementara, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim Benny Sampir Wanto, Kamis (17/8/2017) juga mengapresiasi prestasi yang diraih Wildan dan Fariza, di sela-sela Peringatan HUT ke 72 RI di Gedung Negara Grahadi.

Menurut Benny, prestasi tersebut dicapai melalui proses seleksi dan Diklat oleh Tim Dispora Jatim dengan Garnisun Tetap (Gartap III) Surabaya dari 380 pemuda kab/kota se-Jatim.

Dari seleksi awal tersebut, disaring menjadi 76 orang, yang kemudian diseleksi lagi menjadi jadi 30 orang. Selanjutnya, ujar pria yang lekat dengan sapaan Benny tersebut, dipilih 2 Paskibraka terbaik yang dikirim ke pusat setelah diberi pelatihan dulu di Jatim.

Proses seleksi, lanjut Benny, dimulai sejak bulan Mei hingga dilakukan pemusatan latihan mulai tanggal 6 sd 16 Agustus di Islamic Centre Surabaya. Atas prestasi yang dicapai oleh dua orang pemuda tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan penghargaan dan terima kasihnya karena telah membawa harum nama Jatim.

Ia berharap, prestasi membanggakan tersebut bisa menjadi teladan yang baik bagi para pemuda Jatim lainnya.

Selamat untuk Wildan. (RAPP002)