Pacitan Raih Predikat Terbaik Pencegahan Penyakit DB Tingkat Provinsi

oleh -131.126 views
Pacitan saat menerima predikat terbaik pencegahan DB tingkat Jatim. (Foto: Pemkab Pacitan)
Pacitan saat menerima predikat terbaik pencegahan DB tingkat Jatim. (Foto: Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN –Suksesnya Pemerintah Kabupaten Pacitan menekan kasus Demam Berdarah (DB) mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pacitan memperoleh kategori terbaik dalam program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DB.

Hal ini tentu tidak lepas dari peran serta masyarakat yang kian sadar akan budaya hidup sehat. Terbukti, kian tahun kasus demam berdarah semakin turun.

Wawan Kasianto, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pacitan mengatakan tahun 2017 pada triwulan pertama hanya ditemukan kurang dari 100 kasus. Hal ini beda jauh dengan periode sama di tahun 2016 yakni 677 kasus.”Terbukti jumlah kasus terus menurun, meskipun masih ada korban meninggal namun hanya satu orang,” ujarnya sebagaimana dikutip dari laman Pemkab Pacitan pada Kamis (30/3/2017).




Kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, menurut Wawan Kasianto menjadi kuncinya. Bahkan, saat ini masyarakat tidak mudah minta dilakukan fogging untuk memberantas penyebaran nyamuk DBD.

Mereka tahu, pengasapan merupakan alternatif terakhir. Jika masih memungkinkan untuk dicegah maka upaya memutus mata rantai penyebaran nyamuk DB lebih efektif dan efisien. Yakni, dengan tindakan menutup, menguras  dan mengubur (3M).

Kedepan, menurut Wawan, pihaknya akan memberdayakan fungsi juru pengamat jentik (jumantik) lebih aktif. Tidak hanya pada lingkup desa namun hinga tingkatan keluarga. Hal ini bertujuan agar setiap keluarga mampu menjaga dan mendeteksi dini jika muncul potensi penyebaran nyamuk Aides Aygeptie.”Jika selama ini jumantik baru berada di tingkat lingkungan dan desa, nantinya akan dipersempit lagi hingga tingkat keluarga,”imbuhnya.

Saat ini wilayah endemis penyebaran nyamuk demam berdarah berada di kawasan kota. Meski tidak menutup kemungkinan wilayah pinggiran juga dapat muncul. Untuk itu Wawan Kasianto minta masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya nyamuk demam berdarah.